Waspada! Ini Tanda-tanda Jantung Anda Bermasalah

444
Pesona Indonesia

ilustrasi-serangan-jantung

batampos.co.id – Serangan jantung tidak mengenal batasan usia, tak peduli tua maupun muda. Meninggalnya Mike Mohede, penyanyi muda jebolan Indonesian Idol, menjadi salah satu buktinya.

Namun demikian, gangguan jantung dapat dikenali tanda-tandanya dari awal. Apa sajakah itu?

Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang rentan terkena serangan jantung. Kurang berolahraga, pola makan yang buruk, dan gaya hidup tidak menentu dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Dokter spesialis jantung, dr H M Edial Sanif SpJP FIHA, mengingatkan tentang tanda-tanda sebelum serangan jantung datang.

Edial menambahkan, nyeri dada pada serangan jantung umumnya dirasakan di dada kiri atau ulu hati. Sensasi yang dirasakan adalah seperti ditindih benda berat, diikat, diremas, atau terbakar.

Nyeri dada juga dapat menjalar ke berbagai lokasi, seperti rahang, gigi, lengan, dan punggung. Selain itu, gejala sesak napas juga dapat menyertai nyeri dada, nafas terasa berat dan satu-satu.

“Kalau mulai merasa berat di dada, sesak napas, sakit perut tak tertahankan di bagian atas, nyeri di lengan kiri, rahang dan leher, maka harus segera ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan,” ujarnya.

Edial menambahkan, tanda-tanda lain serangan jantung adalah rasa mual, sering keringat dingin, dan pusing. Selain itu, Edial mengatakan, seseorang juga harus mewaspadai jika mengalami tekanan kuat pada dada.

“Kalau pada laki-laki tanda-tanda serangan jantung yang paling umum adalah nyeri dada. Sedangkan pada perempuan, lebih kepada mengalami sesak napas, mual dan nyeri punggung, serta rahang,” lanjutnya.

Edial mengimbau, saat ini kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman jantung. Pada usia produktif, jantung dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak.

Ditambah tuntutan kerja saat ini yang semakin ketat, sehingga tingkat stres meningkat sehingga pelariannya pada makanan yang siap saji dan kebanyakan meninggalkan sayur.

“Jangan sampai berpikiran usia muda untuk terkena penyakit masih bisa diatasi, sehingga makanan tidak dikontrol. Namun, untuk jantung ini bisa menyerang mendadak,” pesannya.

Edial menyarankan agar setiap orang sejak dini memperhatikan konsumsi makanan. Tak hanya itu, perlu pula mengontrol aktivitas dan olahraga.

Apalagi, aktivitas sehari-hari dianggap belum cukup untuk menjaga kesehatan tubuh jika tak diimbangi dengan olahraga.

“Bisa melakukan hal yang simpel saja. Misalnya, joging di sekitar rumah atau olahraga lain yang low impact,” pungkasnya. (*/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar