Bupati Banyuasin Terjaring Operasi Tertangkap Tangan KPK Usai Syukuran Naik Haji

435
Pesona Indonesia
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (Tengah) dengan pengawalan ketat petugas ketika tiba di bandara SMB II Palembang untuk menuju ke Jakarta, Minggu (4/9/2016). Bupati Banyuasin ini ditangkap oleh KPK terkait dana bantuan  dana hibah di Kabupaten Banyausin. fOTO: SUMEKS
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (Tengah) dengan pengawalan ketat petugas ketika tiba di bandara SMB II Palembang untuk menuju ke Jakarta, Minggu (4/9/2016). Bupati Banyuasin ini ditangkap oleh KPK terkait dana bantuan dana hibah di Kabupaten Banyausin. fOTO: SUMEKS

batampos.co.id – Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Sumatera Selatan, Minggu (4/9/2016). Hasilnya, lima orang terjaring, satu di antaranya Yan Anton Ferdian, Bupati Banyuasin.

Sang bupati ditangkap di rumah dinasnya, Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin, Jalan Lingkar, Sekojo, Pangkalan Balai Banyuasin, Sumsel. Saat ditangkap, ia baru saja walimatus safar atau pengajian untuk keberangkatannya ke tanah suci.

Penangkapan kelima tersangka itu belum diketahui dalam kasus apa. Namun dari informasi diperoleh Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), diduga mereka terlibat dalam kasus dugaan suap proyek bantuan sekolah menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan sosial (Bansos) bencana alam senilai Rp21 miliar.

Sumber Sumatera Ekspres menyebutkan, kelima tersangka yang diamankan petugas KPK itu langsung dibawa ke Palembang. “Langsung dibawa ke Palembang,” ujar sumber tersebut.

Juru bicara KPK Yuyuk Andriati membenarkan OTT KPK itu. Bahkan, lima orang yang diamankan, termasuk sang bupati juga dibawa menuju Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut di Jakarta, Senin (5/9/2016).

“Sekarang akan dibawa ke C1 (KPK, Red),” ujar Yuyuk. (vis/win/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar