Rusun Pemko di Batuaji Masih Sepi

549
Pesona Indonesia
Rusunawa Mukakuning. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos
Rusunawa Mukakuning. Di Batuaji, Pemko Batam juga membangun Rusun serupa namun masih sepi peminat. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos

batampos.co.id – Rumah susun (rusun) milik Pemko Batam di belakangan perumahan Taman Pesona Indah (TPI) dekat kawasan pasar Fanindo, Batuaji masih sepi peminat. Dari 384 unit rusun yang tersedia baru tersisi sekitar 115 unit.

Warga rumah liar (Ruli) kampung Harapan, Tanjunguncang yang sudah diinstruksikan pindah dari lokasi tempat tinggal mereka itu karena lokasi itu akan dibangun Masjid Raya II, lebih memilih kembali ke kawasan ruli lain ketimbang harus tinggal di rusun yang disediakan pemerintah itu.

Padahal sebelumnya warga di sana memintah agar mereka direlokasikan ke rusun tersebut secara gratis dan permanen. Namun tuntutan itu tak dipenuhi Pemko Batam sehingga mereka memilih kembali membangun ruli tempat lain.

“Banyak yang keberatan dengan biaya sewa rusun makanya ada yang kembali membuat ruli di tempat lain,” kata Ernawati salah satu warga yang masih berada di kawasan ruli kampung Harapan itu.

Pemko Batam yang memberikan uang sagu hati Rp 4 juta kepada pemilik ruli yang masuk dalam peta pembangunan rumah ibadah itu, dipergunakan warga untuk membangun ruli yang baru. “Ada yang bangun (ruli) kembali dekat disini yang tidak masuk dalam peta penggusuran ada juga yang ke ruli di tempat lain,” ujar Hendrik warga lainnya.

Kurangnya minat warga untuk menempati rusun yang disediakan pemerintah itu dibenarkan oleh pengelolah rusun Pemko Batam di dekat kawasan Fanindo itu. Padahal rusun yang sering disebut rusun Fanindo itu cukup untuk menampung semua warga ruli kampung Harapan yang jumlahnya mencapai 63 kepala keluarga (KK) itu.  “Tapi sampai saat ini tidak ada satupun dari mereka (warga kampung harapan) yang ke sini,” kata Andi, petugas rusun Fanindo, kemarin.

Dijelaska Andi, rusun tersebut terdiri dari empat twin dan masing-masing twin berlantai empat itu total ada 384 unit. “Satu twin 96 unit rumah total ada empat twin,” ujar Andi.

Dari 384 unit surun itu baru 115 unit yang sudah tersisi sementara sebagian besar lainnya masih kosong.”Baru mulai ditempati awal tahun 2015 lalu. Pembangunanya sudah lama,” ujar Andi.

Rusun itu terdiri dari blok A,B,C dan D dan yang terisi baru di blok A dan C. Sementara bok B dan D belum dibuka karena belum ada meteran listrik.

Untuk menempati rusun tersebut persyaratan cukup mudah. Calon penghuni yang notabene sudah berkeluarga cukup bawa foto copy KTP Batam (Suami Istri), foto copy KK, foto copy surat nikah, materi 6000 tiga lembar dan map merah. “Nanti kami kasih formulir untuk diisi oleh RT,RW lurah di tempat tinggal awal bahwa yang bersangkutan belum punya rumah dan berpenghasiilan rendah,” kata Andi.

Untuk biaya sewa perbulan lantai satu Rp 240 ribu, lantai dua Rp225 ribu, lantai tiga 210 ribu dan lantai empat Rp 195 ribu.

Unit rusun itu bentuknya sama dan di dalamnya terdiri dari satu kamar tidur satu, ruang tamu, tempat jemuran, dapur dan kamar mandi.

Fasilitas penunjang lainnya ada taman, arena bermain anak, sekuriti 24 jam, akses jalan yang memadai, dekat pasar Fanindo dan sekolah. (eja)

Respon Anda?

komentar