Setelah Diminta Keterangan, Sekda Banyuasin Dilepas KPK

232
Pesona Indonesia
Basaria Panjaitan. Foto: dokumen JPNN
Basaria Panjaitan. Foto: dokumen JPNN

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin, Sumatera Selatan, Firmansyah ternyata sempat diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Minggu (4/9) kemarin.

Firmansyah juga ikut digelandang KPK ke Kepolisian Daerah Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan awal. Namun, Firmansyah dilepas penyidik komisi antirasuah setelah mendapatkan keterangannya.

“Setelah diperiksa di Polda Sumsel, keterlibatan sementara Sekda tidak ditemukan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantor KPK, Senin (5/9).

Karenanya, Basaria menambahkan, Firmansyah tidak diboyong ke markas KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Firmansyah tidak dibawa ke Jakarta,” kata pensiunan Polri berpangkat Inspektur Jenderal ini.

KPK pun hanya memboyong Yan, Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Umar Usman, Kepala Bagian Rumah Tangga Pemerintah Kabupaten Banyuasin Darus Rustami, Kepala Seksi Pembangunan Mutu Pendidikan Dasar Disdik Banyuasin Sutaryo dan seorang pengepul atau penghubung ke pengusaha, Kirman. Mereka diterbangkan dari Sumsel ke Jakarta pukul 19.00.

Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap setelah penyidik melakukan gelar perkara, Senin (5/9). Sedangkan sang pemberi suap, Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharam ditangkap KPK di sebuah hotel kawasan Mangga Dua, Jakarta. Dia akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Menurut Basaria, suap Rp 1 miliar diberikan sebagai ijon proyek di Disdik Banyuasin. Suap itu digunakan Yan dan istrinya, Tita, untuk fasilitas menunaikan ibadah haji.(jpnn)

Respon Anda?

komentar