Dinamika Golkar Luar Biasa, Ngogesa Harus Ayomi Kader Potensial

242
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Dinamika tinggi yang ada di Partai Golkar selalu menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya, meskipun banyak kader yang menjadi pimpinan di eksekutif maupun legislatif, tidak sedikit yang kemudian memilih mencari perahu baru karena tidak punya pengaruh di internal atau merasa keinginannya tidak direspon dengan bijak.

Menurut Pengamat Politik USU Agus Suryadi, kepemimpinan DPD I Golkar Sumut dibawah Ketua Ngogesa Sitepu memiliki potensi cukup baik kedepan. Dalam jangka pendek, pertarungan politik di Pemilihan Gubernur (Pilgub) dua tahun mendatang, merupakan hal yang perlu dipersiapkan sejak awal oleh pertai berlambang pohon Beringin rimbun ini.

“Kalau kita lihat dari track record (rekam jejak) Ngogesa, dia ini bukan orang baru di partai Golkar. Apalagi selama ini dia kan di dukung penuh partainya selama dua kali maju sebagai calon Bupati Langkat,” ujar Agus seperti diberitakan Sumut Pos (Jawa Pos Group) hari ini (5/9).

Dikatakannya bahwa posisi Ketua DPD Golkar Sumut mengharuskan diisi kader yang memiliki kemampuan dalam mengayomi seluruh kader. Selain itu, juga dituntut memiliki aksesibilitas politik yang luar biasa guna membesarkan kans Golkar untuk bisa menambah perolehan suara dan kursi serta kedudukan di pemerintahan pada setiap even pemilihan.

“Dinamika Golkar ini luar biasa. Ini jadi perhatian di kepemimpinan yang baru, bagaimana bisa memanfaatkan dinamika menjadi kekuatan besar. Apalagi sempat ada konflik dualisme yang mungkin menyisakan kubu-kubuan,” sebutnya.

Disebutkannya, ada dua momen pemilihan yang akan menjadi target Golkar Sumut terdekat dibawah kepemimpinan Ngogesa Sitepu hingga 2019 mendatang. Yakni Pemilihan Gubernur dan Pemilu Legislatif. Sehingga tanpa ada upaya merangkul tokoh-tokoh dan kader potensial Golkar, maka pencapaian kemenangan pada dua pesta demokrasi itu akan sulit diraih.

“Golkar ini kan partai yang sarat pengalaman. Khususunya untuk Pilgub, tentu partai ini tidak mau dikalahkan oleh partai yang baru. Sehingga seluruh potensi kader dan para tokohnya harus diakomodir, harus dirangkul. Kalau sampai lepas, bisa kacau,” sebutnya sembari mengatakan sudah banyak kader yang kemudian pindah partai.

Sementara terkait kemungkinan besar nama Ngogesa Sitepu juga yang digadang akan maju pada pencalonan Gubernur pada Pilgub mendatang, Agus menyebutkan bahwa didalam kepemimpinan pemerintah daerah, tidak ada persoalan seorang kepala daerah sekaligus menjadi pimpinan partai politik. Sebab biasanya, manajemen organisasinya mengandalkan kolektifitas.

Dengan begitu, menurutnya, seorang kepala daerah tidak harus mundur dari jabatannya sebagai ketua partai politik. Apalagi saat ini, hal itu juga dapat dilihat dari sejumlah pimpinan pemerintahan daerah di Indonesia yang menjadi orang nomor satu partai di tingkat daerah yang dipimpinnya.

“Sekarang yang terpenting adalah bagaimana seorang kepala daerah nantinya mendapat dukungan parlemen dari partainya ditambah dukungan dari partai lain. Apalagi sekarang kan antara eksekutif dan legislatif adalah sama-sama penyelenggara pemerintahan juga,” jelasnya.

Pun begitu, kans besar Ngogesa menjadi Ketua DPD Golkar Sumut perlu diiringi program yang jelas dan mengakar di seluruh kader dan basis partai. Hal ini mengingat ada beberapa faktor yang bisa membuat konsolidasi tidak berjalan maksimal, yakni soal mengakomodir kader potensial tanpa pilih kasih dan menyatukan kembali sekaligus menghilangkan ‘bekas’ perpecahan yang sempat terjadi di internal mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota.

“Perlu ditingkatkan popularitas agar target terdekat untuk Pilgub Sumut misalnya, Golkar harus bersaing dengan partai lain yang juga punya calon populer dan punya kans besar,” sebutnya.

Karenanya, lanjut Agus, Golkar Sumut harud memperkuat konsolidasi ke DPD tingkat II di 33 kabupaten/kota yang ada. Ketua DPD Sumut harus rajin melakukan kunjungan ke seluruh daerah. Hal ini agar kepemimpinan yang baru, diterima baik oleh jajarannya. “Ketua Golkar Sumut yang baru ini harus road show agar bisa diterima di 33 kabupaten/kota sekaligus mendapatkan dukungan penuh untuk setiap momen pesta demokrasi,” sebutnya.

Agus juga menyebutkan, peluang Ngogesa untuk diterima di seluruh kabupaten/kota ada pada kepemimpinannya di DPD Golkar Kabupaten Langkat selama ini, ditambah lagi dengan menjadi kepala daerah selama dua periode. Juga tidak terlepas dari pengaruh dukungan tokoh masyarakat yang disebut sebagai patron klien.

“Untuk kedepan, dia (Ngogesa) bukan hanya bagian dari Langkat saja, tetapi seluruh kabupaten/kota di-Sumut,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar