Minta Kasus Pemukulan Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Ratusan Warga Jemaja Serbu Polsek

569
Pesona Indonesia
Warga Jemaja mendatangi Mapolsek Jemaja untuk meminta proses kasus pemukulan dihentikan, Sabtu (3/9). foto:syahid/batampos
Warga Jemaja mendatangi Mapolsek Jemaja untuk meminta proses kasus pemukulan dihentikan, Sabtu (3/9). foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kurang lebih 100 warga Jemaja mendatangi Mapolsek Jemaja Sabtu (3/9). Mereka meminta agar pihak polisi tidak lagi menindaklanjuti kasus pemukulan terhadap Rian dan Leman warga Jemaja Timur yang saat itu dipukuli warga Jemaja karena telah berani menutup kran air pipa unduk yang mengalir ke wilayah Jemaja. Mereka ingin masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan bukan secara hukum.

Camat Jemaja, Robby Sanjaya, yang saat itu juga ada di Mapolsek Jemaja menjelaskan, sebenarnya mereka datang untuk menyelesaikan dua masalah itu secara damai. Karena itu menyangkut masalah masyarakatnya, maka saat itu dirinya mengaku juga ingin mencari solusi bagaimana supaya masalah itu diselesaikan secara damai.

“Kalau bisa kita akan carikan solusi supaya itu diselesaikan secara damai tapi belum bisa,” ungkapnya kepada wartawan Minggu (4/9).

Mengenai alasan mengapa belum bisa, dirinya belum sempat menjelaskan secara gamblang. Salah satu alasannya karena dua korban pemukulan Leman dan Rian tidak datang ke Mapolsek Jemaja dan saat itu tidak diketahui keberadaannya. “Masalahnya belum bisa diselesaikan secara kekeluargaan karena yang bersangkutan tidak datang ke polsek. Kalau masalah secara hukum, saya tidak tahu, itu ranah polsek,” ungkap Robby.

Selebihnya belum sempat dijelaskan lantaran signal lemah sehingga komunikasi dengan Robby terputus.

Sementara itu Kapolsek Jemaja Iptu Parlin T juga belum bisa memberikan penjelasan karena saat dihubungi tidak bisa. Namun demikian Kapolres Natuna AKBP Charles Sinaga menjelaskan bahwasanya masalah tersebut sudah diselesaikan dengan baik.

“Mereka datang dengan baik-baik, mereka meminta penjelasan mengenai masalah air dan pemukulan, karena mereka bertanya, ya pihak polsek sudah menjelaskan masalah itu kepada mereka,” ungkapnya ketika dihubungi melalui telpon kemarin.

Mengenai keberadaan brimob itu, kata Charles, memang sudah ada di Jemaja sebelumnya, bukan karena ada masalah itu. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar