Noerdin Belum Mau Komentar Soal Penangkapan Anak Buahnya

245
Pesona Indonesia
Alex Noerdin. Foto: dokumen JPNN
Alex Noerdin. Foto: dokumen JPNN

batampos.co.id – Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin belum memberikan pernyataan terkait penangkapan anak buahnya, yang juga ketua DPD Golkar Banyuasin, Yan Anton Ferdian.

Saat ini, gubernur tengah berada di Hawaii hingga 6 September mendatang. Ia menjadi keynote speech pada IUCN WCC 2016 yang digelar The Zoological Society of London (ZSL).

“Bapak (Alex Noerdin, red) belum mau komentar. Tunggu kejelasan dulu. Sekarang kan masih simpang siur,” ujar Teddy Meilwansyah, Karo Humas dan Protokol, Pemprov Sumsel, seperti diberitakan Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini (5/9).

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Mukti Sulaiman mengaku belum mengetahui pasti penangkapan Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian oleh KPK. “Saya belum tahu soal itu (penangkapan),” katanya singkat. Begitupula Asisten I Bidang Pemerintah Pemprov Sumsel, Ikhawanuddin.

“Saya juga belum tahu dan mendapat informasi resmi terkait hal itu. Baru tahunya sebatas informasi dari media-media,” ucapnya.

Karena itulah, untuk mengomentarinya lebih jauh dia masih harus menunggu kebenaran berita tersebut. “Kalau memang benar ada penangkapan, yang berhak dan mengambil sikap adalah gubernur. Tapi semua itu ada aturan dan mekanismenya,” tukasnya.

Terpisah, Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I atau wilayah Sumatera dan Jawa, Nusron Wahid, menegaskan, apabila ada kader Golkar yang ditangkap terkait korupsi, maka tak ada tawar menawar dan harus mundur.

“Kalau ada kader yang melakukan tindak pidana korupsi, yang bersangkutan harus mengundurkan diri,” kata Nusron.

Lanjutnya, sikap seperti itu sudah disepakati semua kader Golkar dalam pakta integritas yang berlaku. “Apalagi bila OTT (kena cokok lewat Operasi Tangkap Tangan),” kata Nusron.

Terpisah, Sekretaris DPD Golkar Sumsel, Ir Erpanto MSI menegaskan pihaknya masih mencari tahu kebenaran soal penangkapan kader golkar, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. “Belum ada statemen langsung dari KPK. Jadi, kami masih mencari tahu,” tukasnya.

“Kalau benar kejadian itu, kita menyampaikan rasa prihatin. Tentu, nanti ada proses di partai politik jika terbukti bersalah,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar