Pemutaran Film Siddhartha The Buddha Disaksikan Ribuan Penonton

504
Pesona Indonesia
Ribuan umat Budha menyaksikan pemutaran film Siddharta The Budha di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (4/9). Foto: Patria DPD Kepri
Ribuan umat Budha menyaksikan pemutaran film Siddharta The Budha di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (4/9). Foto: Patria DPD Kepri

batampos.co.id – Pemuda Theravada Indonesia (Patria) DPD Kepulauan Riau menggelar kegiatan nonton bersama film Siddhartha The Budha di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (4/9). Ribuan umat Budha hadir menyaksikan pemutaran film tersebut.

Diharapkan pemutaran film ini dapat memperkenalkan kehidupan guru agung, Buddha Gotama serta memperkuat keyakinan umat Budha terhadap ajaran Budha. Selain itu, sifat serta kepribadian Budha diharapkan dapat menjadi contoh bagi umat buddha di Kepri khususnya Tanjungpinang.

“Film ini tentunya diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan positif yang diajarkan sang Buddha kepada umat Budha, salah satunya yaitu cinta kasih yang universal terhadap semua makhluk” jelas Februyung, anggota Patria DPD Kepri.

Film Siddhartha The Budha menceritakan tentang kehidupan seorang pangeran sidhartha, pewaris kerajaan sakya yang memutuskan untuk melepaskan kehidupan duniawi. Pangeran sidhartha kemudian menjadi seorang bhikkhu dengan tujuan untuk mencari arti kehidupan sesungguhnya.

Budha sebagai seorang pangeran merasa tidak tertarik dengan kehidupan mewahnya. Meskipun memiliki segala kemewahan dan tinggal di istana, ia ingin mencari kebahagian yg sesungguhnya. Pangeran memandang lahir, sakit, tua dan mati sebagai siklus yang tidak berujung dan dia ingin menemukan jalan untuk terbebas dari siklus ini.

Setelah mencapai penerangan sempurna, Budha kemudian menyebarkan ajarannya dan ajaran beliau bertahan hingga hari ini. “Sang Budha harus mengalami proses pertapaan yg sangat luar biasa hingga 6 tahun untuk mencapai penerangan sempurna,” terang Februyung.

Sebelumnya, film yang berdurasi 1 jam 40 menit ini telah ditayang kan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan Batam.”Film ini produksi Srilanka dan Patria diberi kesempatan untuk penayangannya,” tutupnya. (odi/bpos).

Respon Anda?

komentar