Polisi Tangkap Dua Tersangka Pengedar Sabu, Sita Barang Bukti Senilai Rp 100 Juta

488
Pesona Indonesia
apolres Karimun, AKBP Armaini menunjukkan dua tersangka dan barang bukti SS dengan nilai lebih dari Rp100 juta.  foto:sandi/batampos
apolres Karimun, AKBP Armaini menunjukkan dua tersangka dan barang bukti SS dengan nilai lebih dari Rp100 juta. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun berhasil menangkap dua orang tersangka pengedar sabu-sabu. Dua orang yang diamankan ini masing-masing berinisial Su, seorang wanita, dan satu orang lagi tersangka adalah pria berinisial S. Barang buktinya lebih dari 187 gram.

”Tersangka pertama yang ditangkap lebih dulu adalah Su di dalam salah satu kamar hotel di Jalan A Yani Tanjungbalai Karimun. Dari tangan tersangka ini kita menyita barang bukti sebanyak 12 paket SS (sabu-sabu) siap edar seberat 4,84 gram. Kemudian, tersangka kita bawa ke kantor dan dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, bahwa tersangka Su mengaku jika barang haram tersebut didapat dari seorang pria yang pernah menjadi teman kencannya,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Armaini kepada koran Batam Pos, Sabtu (3/9).

Berdasarkan keterangan dan petunjuk dari tersangka Su, kata Kapolres, dilakukan pengembangan dengan melakukan penyelidikan terhadap pria berinisial S di rumahnya di Kecamatan Tebing. Dari tangan tersangka S tidak ditemukan barang bukti. Hanya saja, berdasarkan keterangan dari tersangka Su dan bukti percakapan di telepon genggam tersangka S tidak bisa mengelak lagi.

”Pengembangan terus dilakukan. Pasalnya, tersangka S mengaku bahwa SS yang dia serahkan kepada tersangka Su berasal dari salah seorang warga di Tanjungbatu berinisial Is. Akhirnya, anggota berangkat ke Tanjungbatu dan mendatangi rumah Is. Hanya saja, diduga Is sudah tidak ada di rumah. Namun, kita berhasil menyita satu paket barang bukti SS dengan berat 183 gram yang disimpan Is di dalam sebuah toples plastik dan dibungkus dengan plastik hitam. Selain itu, juga ditemukan 56 butir pil ekstasi berwarna hijau muda,” paparnya.

Dikatakan Kapolres, total barang bukti yang berhasikl disita lebih dari 187 gram. iperkirakan harga pasarnya mencapai Rp 100 juta lebih. Sementara itu, saat ini Is masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dia sudah meminta kepada jajaran Satres naarkoba untuk terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan tersangka Is. karena, jumlah barang bukti yang disita dari rumahnya cukup banyak.

Sementara itu, tersangka Su kepada koran ini menyatakan bahwa dia diminta oleh tersangka S untuk menjual SS. ”Pada saat diberikan hanya satu paket. Kemudian, karena akan dijual, maka saya paket-paketkan menjadi paket kecil dengan harga Rp 300 ribu. Namun, belum sempat terjual sudah ditangkap duluan,” ungkapnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar