Tiba di Kantor KPK Jakarta, Bupati Banyuasin Akui Salah dan Minta Maaf

254
Pesona Indonesia
Bupati Banyuasin Yan Anton FGerdian saat dibawa ke Jakarta setelah tertangkap tangan oleh Tim Satgas KPK, Minggu (4/9/2016). Foto: Kris Samiaji/Sumatera Ekspres
Bupati Banyuasin Yan Anton FGerdian saat dibawa ke Jakarta setelah tertangkap tangan oleh Tim Satgas KPK, Minggu (4/9/2016). Foto: Kris Samiaji/Sumatera Ekspres

batampos.co.id – Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, akhirnya tiba di kantor KPK alan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/9/2016) malam.

Ia diterbangkan dari Palembang setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satgas KPK Minggu siang di rumah dinasnya jalan Lingkar nomor 1, kompleks rumah dinas di Banyuasin, Sumasel.

Berbeda dengan kebanyakan para kepala daerah atau pelaku korupsi lainnya yang suka mengelak dari kasus yang disangkakan, Yan malah langsung mengakui kesalahannya.

Politikus Golkar itu langsung meminta maaf. “Saya salah dan saya khilaf. Saya mohon maaf,” ujar Yan, dengan suara lirih.

Yan tak sendiri dicokok Tim Satgas KPK, ada  lima orang lainnya yang juga terjaring dalam OTT KPK juga dibawa ke gedung anti rasuah tersebut.

Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Banyuasin, Umar Usman; Kepala Bagian Rumah Tangga Pemkab Banyuasin, Darus Rustami; beserta tiga pihak lainnya yakni Sutaryo, Kirman, dan Zulfikar Muharam.

Dugaan sementara Yan dan lima orang lainnya telibat kasus korupsi dana alokasi khusus (DAK) dan Bansos dengan total kerugian negara mencapai sebesar Rp21 Miliar. (zul/sta/ps)

Respon Anda?

komentar