Warga Linau Butuh Perpanjangan Tambatan Perahu

355
Pesona Indonesia
Tambatan perahu di Desa Linau. foto:Hasbi/batampos
Tambatan perahu di Desa Linau. foto:Hasbi/batampos

batampos.co.id – Warga Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara, membutuhkan perpanjangan tambatan perahu. Pasalnya, tambatan yang ada masih belum memadai. Saat air laut surut, warga nelayan kesulitan mengeluarkan maupun memarkirkan alat tangkapnya seperti sampan dan pompong.

Pantauan dilapangan, pelantar tambatan perahu yang ada saat ini dibangun dengan lantai papan sepanjang 200 meter. Sedangkan saat laut surut tambatan perahu sangat jauh dengan titik air, sehingga nelayan harus mendorong sampan hingga 300 meter di atas pasir yang berlumpur.

Salah seorang nelayan Desa Linau, Asrul mengatakan adanya pelantar tambatan perahu yang ada saat ini cukup membantu. Namun, dikatakannya perlu diperpanjang lagi agar nelayan tidak kesulitan beraktifitas.

“Kalau laut sedang surut, jauh kita harus dorong sampan,” jelasnya, Minggu (4/9).

Kondisi ini, terangnya, juga dirasakan nelayan Desa Linau lainnya. Namun karena hanya merasa sebagai rakyat kecil, ia hanya mampu berharap pemerintah membatu kebutuhan nelayan.

“Kami cuma bisa berharap. Tambatan perahu bisa diperpanjang lagi sekitar 350 meter ke laut,” sambungnya.

Ditempat lain, Kepala Desa Linau, Musdar, mengatakan terkait tambatan perahu yang didambakan masyarakat desanya, itu pernah diajukannya ke dewan, bahkan ke Dishubkominfo dan PU. Namun akibat anggaran defisit belum tersentuh sama sekali.

“Waktu 2016 tak keluar. Katanya akibat defisit. Jadi pada tahun yang sama kami di desa tidak masukkan di Perdes. Takut jadi tumpang tindih,” terang Kades.

Jika kondisi keuangan daerah masih terus defisit dan tidak memungkinkan untuk membangun tambatan perahu Desa Linau, pada tahun 2017 mendatang Musdar merencanakan tambatan perahu menggunakan dana Desa.

“Rencana ini kita masukkan prioritas, kemungkinan 2017. Mungkin dalam Perdes kami masukkan,”tutupnya.

Sementara itu, di Dusun I Budus, Desa Merawang, Kecamatan Lingga, kondisi serupa juga dirasakan puluhan warga nelayan. Akibat aliran sungai buntu, warga terpaksa berpindah menambatkan perahu ditepi pantai tanpa ada tambatan perahu yang memadai. Kondisi ini telah dirasakan warga sejak tiga tahun terakhir tanpa ada solusi. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar