Batam Bakal Punya Daerah Pemasok Sayur Baru

435
Pesona Indonesia
Petani sayur di Bintan.
ilustrasi f.ist

batampos.co.id – Kebutuhan sayur-mayur di Batam sangat tinggi. 65 persen diambil dari luar.

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam membangun kawasan pertanian di Pulau Air Raja, Galang, Batam.

“Kepri bukanlah wilayah pertanian, namun masih memiliki potensi karena masih punya banyak pulau kosong. Contohnya di Pulau Bulang. Makanya sekarang kami upayakan pertanian organik di Air Raja,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera di pulau Air Raja, Galang, kemarin (5/9).

Gusti bercerita bahwa pertanian di pulau Bulang tergolong sukses, karena sudah mampu mengekspor ke Singapura. “Lalu mengapa tidak untuk pulau Air Raja. Luas lahan disini sekitar 200 hektar, bisa dikembangkan untuk pertanian,” ujarnya.

Senada dengan Gusti, Kepala Dinas KP2K Kota Batam, Suhartini mengungkapkan BI dan KP2K akan membantu memberikan pupuk organik, bibit cabai, sayur-mayur, bawang, timun dan lainnya.

“Yang penting bisa diterima di pasar Batam. Kami akan terus mendorong hal ini untuk mencukupi kebutuhan di Batam dan masyarakat Air Raja dapat meningkatkan pendapatannya dari bertani,” katanya.

Ia kemudian mengatakan untuk mempermudah pemasaran, nantinya kelompok petani di Air Raja akan dibagi kedalam sejumlah kelompok dengan para ketuanya masing-masing.

“Nantinya akan dibantu dengan koperasi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Air Raja, Raja Harmizi sangat mengapresiasi sekali langkah tersebut. Namun, ia juga tak lupa menyebut kendala-kendala yang dihadapi masyarakat pulau Air Raja ketika ingin bertani.

“Sebenarnya kami sudah lama bertani, namun banyak sekali gangguan terutama dari hama babi dan monyet,” jelasnya.

Hama babi dan monyet ini kerap merusak kawasan pertanian dan kebun milik masyarakat setempat sehingga sangat menyusahkan. Kendala lainnya adalah monopoli harga.

“Pedagang di Batam sudah bikin kontrak dengan pedagang dari luar wilayah Kepri mengenai harga. Dan harga untuk produksi kami akhirnya jatuh,” jelasnya lagi.

Suhartini yang juga hadir bersama dengan Kepala Staff Kodim 016 Batam, Mayor Infantri, M.Renaldy dan Danramil 04 Galang, Kapten R. Nainggolan mengatakan akan memikirkan cara untuk mengatasi gangguan hama tersebut.

“Kami juga akan meminta TNI untuk mengatasi hal ini,” janjinya.(leo)

Respon Anda?

komentar