Bikin Gaduh, Itu yang Bikin Buwas Dicopot dari Kursi Kabareskrim

426
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Mengapa Komjen Budi Waseso dicopot dari kursi Kepala Badan Reskrim (Bareskrim)?

Pria yang kini duduk sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu mengatakan pencopotannya sebagai Kabareskrim karena dianggap bikin gaduh.

Kendati tidak lagi menjadi orang nomor satu di Bareskrim, kini mantan Kapolda Gorontalo itu mengaku senang karena mendapatkan jabatan lebih baik dari Bareskrim, yakni sebagai Kepala BNN.

“Di Kabareskrim saya lakukan tidak boleh tebang pilih. Saya dianggap gaduh, maka saya diamankan. He he he. Tapi tidak apa-apa, saya justru senang,” ungkapnya pria yang biasa disapa Buwas itu saat didaulat menjadi pembicara dalam sosialisasi empat pilar MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9).

Setelah tidak lagi berada di Bareskrim, alumnus Akpol 1984 itu merasa bersyukur dengan jabatannya saat ini, sebagai Kepala BNN.

Menurut dia, penunjukan dirinya sebagai orang nomor satu di BNN, dia terlepas dari tindakan bullying dari sejumlah pihak. Lebih dari itu, dirinya merasa diselamatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan dengan jabatan saat ini, dirinya merasa menjadi orang pilihan.

“Saya sampaikan, Pak (Jokowi) saya orang yang dipilih Allah. Karena hati bapak diketuk Allah. Saya orang terpilih dan saya akan menunjukkan yang terbaik sebagai kepala BNN,” ulasnya.

Presiden Joko Widodo berjalan bersama Kepala BNN Komjen Budi Waseso (kiri) dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Jalan Cengkeh, Jakarta, Minggu (26/6/2016). Presiden menegaskan kejahatan narkoba merupakan kejahatan luar biasa yang harus diperangi semua elemen masyarakat dan ditindak tegas aparat hukum.--Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Presiden Joko Widodo berjalan bersama Kepala BNN Komjen Budi Waseso (kiri) dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Jalan Cengkeh, Jakarta, Minggu (26/6/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

Kini di BNN perannya jauh lebih mulai di bandingkan ketika menjadi kabareskrim, yakni tidak hanya sekadar menyelamatkan harta benda, tapi jiwa raga seseorang yang terkena dampak peredaran narkoba.

Sebab narkoba adalah musuh utama bangsa. Pasalnya, barang haram yang menghancurkan generasi bangsa tersebut sudah merasuki di segala lini kehidupan bahkan pemerintahan dan lembaga.

“TNI yang merupakan benteng terakhir negara sudah terususupi, terkontaminasi, masuk dalam penjaringan. BNN dan Polri sama. Oknumnya selalu sama,” tuturnya.

Buwas melanjutkan, pengabdian kepada negara bukan mencari harta dan kekayaan. Namun, menunjukkan apa yang dilakukannya adalah benar. Yakni, untuk membenahi bangsa dan generasinya. (dna/JPG)

Respon Anda?

komentar