Diknas Karimun Tetap Ajukan Anggaran Guru SMA dalam APBDP

370
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Karimun tetap mengagarkan biaya untuk guru dan tenaga honorer yang bertugas di tingkat SLTA dalam anggaran pendapatan dan belanja perubahan (APBDP), meski sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, operasional SLTA negeri dikelola oleh Diknas Provinsi Kepri.

”Memang, sesuai dengan ketentuan SLTA negeri termasuk gur-gurunya sudah menjadi tanggungan dari Diknas Provinsi Kepri. Kalau tidak salah terhitung mulai bulan depan. Kita di daerah beberapa bulan lalu sudah menyerahkan data-data sekolah dan jumlah gurunya. Namun, disebabkan belum ada kejelasan dari Provinsi Kepri, maka kita tetap anggarakan biaya untuk guru sekitar R p37 miliar di dalam APBDP,” ujar Kepala Diknas Kabupaten Karimun, MS Sudarmadi kepada koran Batam Pos, Senin (5/9).

Menurut Sudarmadi, pihaknya belum menerima laporan atau informasi dari Diknas Provinsi Kepri apakah sudah mengalokasikan anggaran untuk guru SLTA. Karena itu, bila pihaknya tidak menganggarkan dan provinsi juga tidak mengaggarkan, maka bisa jadi para guru SLTA negeri tersebut tidak gajian. Termasuk guru dengan status honor di SLTA.

”Makanya, kita tetap anggarkan biaya untuk guru SLTA negeri. Tujuannya, jangan sampai para guru tidak menerima gaji. Selain itu, kita sama-sama tahu bahwa kondisi keuangan daerah kita dan juga provinsi defisit. Seandainya di dalam APBDP provinsi menggarkan, maka dana yang kita anggarkan tidak perlu digunakan dan masuk ke dalam kas daerah. Yang penting kita tetap anggarkan,” paparnya.

Sudarmadi menyebutkan, bahwa pihaknya tentu menginginkan tidak hanya guru SLTA yang berstatus PNS saja yang menjadi tanggungan provinsi, tapi termasuk juga guru honor serta pegawai honor di sekolah yang bukan sebagai guru. ”Keinginan kita tentu saja semua pekerja yang ada di SLTA sederajat itu pembiayaannya menjadi tanggungan provinsi. Sehingga, dapat menghemat keuangan kabupaten,” jelasnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar