Distanhutnak Jamin Kondisi Hewan Kurban di Bintan Sehat

389
Pesona Indonesia
Kepala Distanhutnak Bintan, Ahmad Izhar sedang menyuntikan vaksin anti antraks ke sapi milik salah satu peternak di Kecamatan Bintan Timur, kemarin. foto:harry/batampos
Kepala Distanhutnak Bintan, Ahmad Izhar sedang menyuntikan vaksin anti antraks ke sapi milik salah satu peternak di Kecamatan Bintan Timur, kemarin. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan (Distanhutnak) Bintan telah memastikan kondisi seluruh sapi dan kambing yang akan dijadikan hewan kurban dalam peringatan Hari Raya Idul Adha 1437 Hijrah atau Hari Raya Haji dalam keadaan sehat secara fisik dan jasmaninya. Sebab seluruh hewan kurban itu sudah lulus pemeriksaan kesehatan dari Balai Karantina Hewan dan juga telah diberikan vaksin anti antraks oleh petugas peternakan. Sehingga daging hewan kurban tersebut dijamin aman dan nyaman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Kita jamin sapi dan kambing yang akan dikurbankan dalam kondisi sehat waalfiat. Karena kedua jenis hewan itu sudah diperiksa dan diberikan vaksin oleh petugas peternakan,” ujar Kepala Distanhutnak Bintan, Ahmad Izhar ketika dikonfirmasi, Senin (5/9).

Sapi dan kambing yang siap dikurbankan untuk tahun ini berjumlah 500 ekor. Hewan kurban itu berasal dari 10 peternakan yang tersebar di tujuh kecamatan se Bintan. Diperkirakan jumlahnya akan mengalami penambahan hingga 30-50 ekor mengingat banyaknya permintaan yang datang dari masyarakat Bintan dan Tanjungpinang.

Untuk menjamin penambahan hewan kurban itu berkondisi sehat dan aman dikonsumsi, lanjutnya, Distanhutnak Bintan menyiagakan 17 petugas peternakan. Diantaranya 10 petugas akan ditempatkan di setiap kecamatan dan 7 petugas lagi disiagakan untuk mengontrol dan mengecek secara rutin dengan mengunjungi satu persatu peternakan.

“Setiap kecamatan kita tempatkan satu petugas peternakan. Kemudian 7 petugas lagi standbay di Distanhut. Mereka semua disiagakan untuk memastikan kesehatan hewan kurban hingga akhir bulan ini,” katanya.

Sekretaris Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Kepri, drh Barry Prima menghimbau agar masyarakat lebih jeli dan teliti memilih sapi dan kambing yang sehat untuk dikurbankan. Kemudian juga diingatkan tidak membungkus daging kurban dengan kantong plastik warna hitam. Sebab plastik berwarna hitam merupakan bekas daur ulang yang mudah terkontaminasi dengan zat kimia.

“Kita minta pilihlah sapi atau kambing yang sehat untuk kurban. Dan jangan bungkus dagingnya dengan plastik hitam sebab tidak baik untuk kesehatan,” katanya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar