Jeli dan Teliti Memilih Hewan Kurban, Ini Ciri-Cirinya!

423
Pesona Indonesia
Kepala Distanhutnak Bintan, Ahmad Izhar sedang menyuntikan vaksin anti antraks ke sapi milik salah satu peternak di Kecamatan Bintan Timur, kemarin. foto:harry/batampos
Kepala Distanhutnak Bintan, Ahmad Izhar sedang menyuntikan vaksin anti antraks ke sapi milik salah satu peternak di Kecamatan Bintan Timur, kemarin. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Sekretaris Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Kepri, drh Barry Prima menghimbau agar masyarakat lebih jeli dan teliti memilih sapi dan kambing yang sehat untuk dikurbankan. Kemudian juga diingatkan tidak membungkus daging kurban dengan kantong plastik warna hitam. Sebab plastik berwarna hitam merupakan bekas daur ulang yang mudah terkontaminasi dengan zat kimia.

“Kita minta pilihlah sapi atau kambing yang sehat untuk kurban. Dan jangan bungkus dagingnya dengan plastik hitam sebab tidak baik untuk kesehatan,” katanya.

Dari data kesehatan, kata dia, ciri-ciri sapi yang sehat jika dilihat secara fisik penampilan bulunya mengkilat, mata bersih, dan kuku bersih. Kemudian dari segi jasmaninya umur sapi minimal dua tahun, itu kelihatan dari jumlah giginya yang sudah tanggal. Sedangkan untuk kambing memiliki ciri-ciri fisik yang sama dengan sapi hanya saja untuk umurnya minimal satu tahun. Untuk melihatnya juga dengan cara yang sama yaitu dari jumlah giginya sudah ada yang tanggal.

“Pilih sapi dan kambing yang jantan. Lalu tidak cacat, tidak pincang dan harus bersemangat makannya. Ingat jangan sampai pilih sapi dan kambing yang tidak mau makan. Karena dapat dipastikan hewan itu sakit,” sebutnya.

Pemilik Peternakan Margo Langgeng, Agus mengatakan memiliki 110 ekor hewan siap dikurbankan yaitu 35 ekor sapi dan 75 ekor kambing. Kondisi keseluruhan hewan ternaknya dijamin sehat, baik secara fisik dan jasmaninya. Karena ia selalu rutin membersihkan kandang, memberikan makan hingga menyuntikan vaksin.

“Sapi dan kambing milik saya dijamin sehat deh. Bahkan semuanya sudah dipesan sama orang,” katanya.

Diakuinya, permintaan hewan kurban di tahun ini sangat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Karena ditahun sebelumnya ia bisa menjual sapi dan kambing sebanyak 200 ekor sedangkan tahun ini ia hanya bisa memenuhi permintan 110 ekor hewan kurban.

Namun untuk harganya di tahun ini mengalami kenaikan Rp 2-3 juta untuk per ekor. Secara rinci, kata dia, untuk satu ekor sapi yang bobot dagingnya 120 Kilogram (Kg) sebelumnya hanya dijual Rp 20 juta tapi saat ini dibandrol Rp 23 juta. Sedangkan untuk sapi berbobot 60 Kg yang awalnya dipatok Rp 15 juta saat ini Rp 18 juta. Kemudian untuk satu ekor kambing berkisar Rp 2-3,5 juta atau mengalami kenaikan sekitar Rp 500-1 juta dari sebelumnya.

“Tarif transportasi pengiriman hewan dari Lampung ke Bintan naik. Jadi kita terpaksa menaikan harganya setiap ekor,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar