Kubu Jessica Protes Atas Penahanan Saksi Ahli Asal Australia oleh Imigrasi

540
Pesona Indonesia
Ahli patolog forensik dari Universitas Queensland, Australia, Beng Beng Ong (dua dari kiri) didampingi penerjemah (kiri) pada persidangan atas Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016). Foto: Ricardo/JPNN.Com
Ahli patolog forensik dari Universitas Queensland, Australia, Beng Beng Ong (dua dari kiri) didampingi penerjemah (kiri) bersaksi pada persidangan atas Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016). Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id – Penahanan patolog forensik dari Universitas Queensland, Australia, Beng Beng Ong oleh Imigrasi menuai protes keras dari kubu Jessica Kumala Wongso. Pasalnya, Beng Ong datang memberikan kesaksian meringankan pada persidangan perkara kematian Wayan Mirna Salihin, bukan karena faktor materi.

Tim kuasa hukum Jessica Kumala Wongso mengungkapkan, kedatangan Beng Ong semata-mata memberikan kesaksian berdasarkan keahlian yang ia miliki dan pengalaman menangani lebih dari 2.500 kasus sepanjang karirnya.

“Dia datang ke Indonesia memberikan kesaksian sebagai ahli, dengan gratis, tidak dibayar,” ujar Hidayat Boestam, salah satu pengacara Jessica di kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2016).

“Saya jelas tidak terima,” tegasnya lagi. Karena pihak kuasa hukum merasa tidak memberikan uang bayaran kepada Beng Ong,” katanya.

Menurut Boestam, kunjungan Beng Ong tidak menyalahi aturan keimigrasian. “Kami tidak ada kasih uang. Kalaupun ada itu demi kepentingan transportasi untuk yang bersangkutan,” kata Boestam.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara kematian Wayan Mirna Salihin, Ardito Mawardi berdalih bukan pihaknya yang mengadukan dugaan pelanggaran tersebut pada Imigrasi.

“Dicek dulu saja mas. Itu kewenangan instansi lain. Kami tidak lapor, mas,” kata Ardito saat dikonfirmasi, Selasa (6/9/2016) seperti dilansir JPNN.

Ardito juga berdalih bahwa dalam kasus ini, pihaknya tidak mau mencampuri urusan lain. “Kemarin kami hanya fokus pada pembuktian saja,” tambah Ardito.

‚Äéketerangan berbeda dilontarkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny Sompie.

Menurut Ronny, pihaknya mengamankan Beng Ong aduan jaksa penuntut umum (JPU) kasus kematian Wayan Mirna Salihin. JPU mengadukan kepada Imigrasi terkait visa kunjungan yang digunakan Beng Ong.

“Berkaitan dengan apa yang dikeluhkan jaksa, kami melakukan pengawasan ke imigrasian dan kami tugaskan kepala Imigrasi Jakpus untuk kasus ini,” katanya. (mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar