Miris! Tegur Warga Buang Sampah Sembarangan, Kakek Ini Nyaris Dikeroyok

565
Pesona Indonesia
Holong Aritonang, 55, warga Ruli Kebun Sayur Seibinti berjualan minyak enceran sekaligus menjaga warga yang buang sampah sembarangan di depan perumahan PGRI Sagulung.F Ahmad Yani Batam Pos
Holong Aritonang, 55, warga Ruli Kebun Sayur Seibinti berjualan minyak enceran sekaligus menjaga warga yang buang sampah sembarangan di depan perumahan PGRI Sagulung.F Ahmad Yani Batam Pos

batampos.co.id – Kesadaran masyarakat lemah, sampah masih saja dibuang disembatangan tempat hingga berbau busuk dan mengganggu aktivitas warga.

Holong Aritonang warga Ruli Kebun Sayur Seibinti penjual minyak enceran di pinggir Jalan raya menuju Seilekop tepat di depan Perumahan PGRI kampung Becek, Seibinti kerap diajak berantam saat menegur warga yang membuang sampah sembarangan.

Rasa kepedulian terhadap kebersihan itu dilakukan karena membuat aktivitasnya sering terganggu atas bau busuk dari tumpukan sampah di depan Perumah PGRI. Setiap hari Holong selalu berada di lokasi tersebut sebagai penjual bensin enceran. Tidak jauh dari tempatnya berjualannya sampah selalu dibuang hingga bertumpuk tidak pernah diangkut.

“Gorong-gorong pun sudah tertutup,” ujar Holong kepada Batam Pos, Senin (5/6).

Akibatnya, kata Holong ketika sudah musim hujan tiba air pun meluap hingga ke badan jalan. Jalan pun mejadi tergenang air.

“Banjir 30 cm ada di atas jalan,” kata pria bertubuh gelap itu.

Halong saat dijumpai memakai baju berwarna biru berkerah, memakai celana pendek selutut bewarna abu-abu mengatalan di lokasi tersebut kerap sekali sampah dibuang oleh warga yang tidak tahu dari mana datangnya.

“Paling banyak dibuang pada pagi hari sambil di atas motor mereka buang,” kata lelaki berusia 55 tahun.

Halong yang berwajah keriput menuturkan padahal sudah jelas tertulis larangan jangan buang sampah di sana, hal itu tetap saja dilanggar oleh warga yang dianggap tidak memiliki kesadaran diri atas kebersihan.

“Besar tulisan dari Dinas Kebersihan dilarang buang di sana,” kata Orangtua enam anak ini.

Kejadian tersebut sudah terjadi tiga bulan belakagan ini. Sampai hari ini masih menjadi tempat pembuangan oleh warga. Untuk mengurangi tumpukan yang berlebihan sampah kerap dibakar Halong.

“Kalau nggak dibakar pasti sudah menggunung,” ungkap Suami Atik.

Di tempat tersebut setiap hari Halong selau berjaga melarang warga yang membuang sampah sembari berjualan minyak bensin kepada pengendara. Ketika melarang warga Halong sering diajak berantam dan hampir dikeroyok orang.

“Saya tegur saya yang diajak berantam. Malah ada yang bentak saya dia tanya apa hak kamu melarang saya buang di sini,” kenang Holang.

Saking jengkelnya atas warga yang sembarangan membuang sampah, Halong kerap mengusir warga menggunakan parang. Namun tetap saja tidak ditakuti oleh warga.

“Saya siapakan parang untuk larang warga buang sampah,” tukasnya.

Meski terus diperlakukan kasar oleh warga. Ia enggan meladeni warga yang mengajak dirinya berantam takut hal itu akan membur permasalahan semakin rumit.

“Kalau diladeni pasti berkelai, tapi saya tetap tegur baik-baik jangan buang sampah di sini lagi,” bebernya.

Pagi ini, (Senin, red) secara bergantian dirinya hampir berantam dengan dua orang warga yang membuang sampah di tempat tersebut.

“Saya dimaki dan diajak berkelahi dua orang, pagi ini. Padahal tepat pembuangan sampah sudah disediakan oleh Dinas Kebersihan di depan Pasar Fanindo, masih juga buang di sini,” sesalnya.

Sementara itu, selain Halong, Namsen Gulton tukang tambal ban yang berlapak di samping Halong juga mengaku kesal atas ketidak pedulian warga.

“Kalau kita diberi tanggung jawab dari dinas kita lebih berani ngusir warga yang buang sampah sembarang,” kata Nasmen.

Setiap warga yang ditegur mereka selalu melawan dan menanyakan apa hak melarang. “Kita nggak bisa bertindak lagi jadinya,” tutupnya.(Ahmad Yani)

Respon Anda?

komentar