Satu CV Menangkan Puluhan Tender, Bau Persengkongkolan Tercium Kuat

415
Pesona Indonesia
Kepala KPPU KPD Batam Lukman Sungkar memberikan pemapran tentang penjualan daging pada acara forum Jurnalis di Hotel Zest, Rabu (22/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kepala KPPU KPD Batam Lukman Sungkar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kemenangan CV Focus Renovation di 23 tender pelelangan, akhir tahun lalu, memang mengundang tanya. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Batam mencium adanya persekongkolan dalam proses pelelangan tersebut.

“Baunya sangat kuat,” kata Ketua KPPU KPD Batam, Lukman Sungkar, Senin (5/9).

Ia mempertanyakan alasan si kuasa pengguna anggaran yang memecah tender pengadaan bahan bangunan untuk sejumlah kelurahan menjadi beberapa paket pelelangan. Padahal, tender tersebut bisa dilelang dalam satu paket pelelangan.

Sebab, jenis tendernya sama. Itupun berada di wilayah-wilayah yang jaraknya cukup dekat. Wilayah Batam tidak begitu luas untuk dijelajahi.

“Kalau letaknya antar pulau, wajarlah. Tapi ini masih di Batam. Batam kan kecil,” tuturnya.

KPPU telah berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP). LKPP pun kaget mendengar satu perusahaan yang mampu memenangi 23 tender dalam waktu berdekatan. Terlebih, itu kali pertama perusahaan tersebut mengikuti proses pelelangan.

Tender-tender yang dimenangkan CV Focus Renovation mulai dari pengadaan bahan bangunan Kelurahan Patam Lestari dengan nilai kontrak Rp 337.351.000. Pengadaan bahan bangunan Kelurahan Bulang dan Lintang sebesar Rp 334.786.000.

Pengadaan bahan bangunan Kelurahan Sukajadi Rp 336.375.000, pengadaan bahan bangunan Kelurahan Buliang Rp 331.014.000. Pengadaan bahan bangunan di Kelurahan Kibing 335.979.000 serta pengadaan bahan bangunan Kelurahan Temoyong Rp 335.058.600 dan Kelurahan Baloi Permai Rp 333.584.000.

Lalu, pengadaan bahan bangunan Kelurahan Seilangkai sebesar Rp 334.772.000, Kelurahan Duriangkang Rp 338.125.000 dan Kelurahan Pulau Buluh sebesar Rp 332.153.800. Kelurahan Karas Rp 338.325.000 Kelurahan Pulau Abang sebesar Rp 336.306.000 serta di Kelurahan Kabil sebesar Rp 279.378.000.

Pengadaan bahan bangunan Kelurahan Taman Baloi sebesar Rp 335.372.000 dan Kelurahan Teluk Kering sebesar Rp 336.221.000. Pengadaan bahan bangunan Kelurahan Tembesi Rp 334.163.000, Kelurahan Tanjunguma sebesar Rp 286.433.000. Terakhir pengadaan bahan bangunan Batu Merah Rp 333.859.000. Lelang pengadaan itu dilakukan di bulan Oktober hingga Desember 2015.

Ada kemungkinan, kata Lukman, kemenangan CV Focus Renovation sudah direncanakan. Sebab, si pejabat sudah memperkirakan, CV Focus Renovation tidak akan menang apabila tender dikumpulkan dalam satu paket.

“Pengaturan waktu juga harus dipertanyakan,” katanya lagi.

Keadaan ini, menurut Lukman, bukan satu-satunya di Indonesia. Modus yang sama juga berlangsung di kota-kota lain di Indonesia. KPPU menduga ada kelonggaran pada peraturan pengadaan barang dan jasa pemerintahan.

Lukman mengatakan, dalam waktu dekat, KPPU akan bekerja-sama dengan LKPP terkait peraturan tersebut. KPPU akan memberi masukan perbaikan atas peraturan itu.

Selain itu, KPPU juga akan memberikan sosialisasi kepada pemerintah dalam hal pengadaan barang dan jasa. Supaya kejadian ini tidak selalu berulang.

“Karena kalau kami turun langsung, banyak tenaga, waktu, dan pikiran yang terfokus untuk kasus ini. Padahal, kasus serupa juga tidak hanya terjadi di satu tempat, tapi banyak,” ujarnya. (ceu)

Respon Anda?

komentar