Satu Warga Batam Terindikasi Terserang Zika, Kini Dirawat di RSUD Batam

892
Pesona Indonesia
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Alat monitor suhu tubuh (Thermal Meter) penumpang dari Singapore dan Malaysia yang terpasang di sejumlah pelabuhan di Batam yang merupakan upaya dari Kementrian Kesehatan Indonesia terhadap virus Zika, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (31/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Warga Kepri, khususnya Batam, Bintan, dan Karimun memang tergolong paling rentan terserang penyakit yang disebabkan oleh virus Zika.

Pasalnya, tiga wilayah ini mobilitas warganya ke Singapura (negara endemi Zika) cukup tinggi. Bahkan kunjungan wisman dari tiga wilayah ini, khususnya Batam paling tinggi.

Kewaspadaan tinggi memang telah dilakukan dengan menyiapkan alat ukur suhu tubuh di setiap pelabuhan dan mengecek setiap penumpang dari Singapura.

Hasilnya, saat ini ada satu warga Batam yang suaminya orang Singapura yang diduga terserang Zika, sekembali dari Singapura.

“Wanita umur 38 tahun, sekarang dirawat di ruangan khusus di RSUD Embung Fatimah Batam,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjejep Yudiana, Senin (5/9/2016) di Tanjungpinang.

Tjejep menjelaskan, indikasi wanita ini menderita Zika sangat kuat karena semua ciri orang yang terserang Zika ada padanya. Antara lain demam tinggi, ruam sekujur tubuh, sakit kepala yang seperti tertusuk jarum, dan berbagai gejala lainnya.

Wanita ini diketahui berangkat ke Singapura pada 31 Agustus lalu dan kembali dengan kondisi kesehatan yang menurun pada 3 September 2016.

Nah, saat melalui Thermo Scanner atau alat pengukur suhu tubuh di Pelabuhan Internasional Batam Centre, alat ini mendeteksi kalau wanita berinisial R ini menderita Zika.

Pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) langsung mengevakuasi wanita ini dan membawanya ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam di Sekupang. Namun hasil pemeriksaan negatif zika.

Begitupun dengan hasil pemeriksaan darah. Namun saat ini, tahapan pengecekan masih dilakukan dengan kembali mengirimkan sampel darahnya ke Litbang Kemenkes di Jakarta guna memastikan wanita ini menderita Zika atau demam biasa.

R kini dirujuk di RSUD Embung Fatimah. “Kita tunggu hasil uji darahnya yang berikutnya, positif atau negatif,” ujar Tjejep.

Tjejep mengimbau masyarakat waspada. Ia juga meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan karena virus Zika dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. (ist)

Respon Anda?

komentar