WN Singapura Tewas di Kosan Lai-Lai Nagoya Batam

930
Pesona Indonesia
Mayat WN Singapura dibungkus selimut saat dievakuasi dari kosan lai-Lain Nagoya, Batam, Selasa (6/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Mayat WN Singapura dibungkus selimut saat dievakuasi dari kosan lai-Lain Nagoya, Batam, Selasa (6/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Seorang kakek berusia 67 tahun, Mohamed Isa Bin Omar ditemukan tewas membusuk tanpa mengenakan busana di kamar kosnya di kosan Lai-Lai, Nagoya, Selasa (6/9/2016) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ini polisi belum bisa memastikan penyebab kematian warga negara asing asal Singapura tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar AKP Kahardani mengungkapkan penemuan mayat ini bermula dari pihaknya yang mendapatkan laporan dari pemilik kos-kosan, Armin Wijaya.

Setelah mendapatkan laporan itu, jajaran kepolisian Polsek Batuampar langsung mendatangi lokasi. Setibanya dilokasi, polisi mendapati pintu kamar kos korban dalam keadaan terkunci.

“Saat itu bersama dengan pemilik kos kita dobrak pintunya dan menemukan korban sudah dalam keadaan tergeletak di lantai,” ungkapnya.

Saat ditemukan itu, kondisi mayat sudah dalam keadaan membusuk, tubuh korban juga sudah terlihat membengkak dan lantai kamar kos korban juga terlihat darah yang sudah mengering.

“Saat ini kita belum tau apakah ada tanda kekerasan di tubuh korban, karena dokter belum ada memberikan keterangan. Kalau dilihat dari kondisinya, korban telah meninggal lebih dari 48 jam,” katanya.

Di tempat terpisah, salah seorang resepsionis di kosan tersebut mengungkapkan awal dari pemilik kos yang melapor ke polisi bermula dari salah seorang petugas kebersihan yang mencium bau busuk saat melintas di depan kamar korban.

“Awalnya itu pagi tadi Bobi yang lewat di depan kamarnya mencium bau busuk. Kemudian dia lewat lagi siangnya dan mencium bau itu makin membusuk,” ungkap Linda.

Setelah siangnya Bobi kembali mencium bau itu makin membusuk, Bobi pun merasa curiga dan bercerita kepada Linda dan melaporkannya kepada pemilik kos-kosan.

“Karena merasa curiga kami langsung lapor sama bos dan menghubungi polisi,” pungkasnya.

Sementara itu, sekitar pukul 18.30 WIB mayat Mohamet Isa dibawa dengan menggunakan mobil ambulan RSBK ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi. (eggi)

Respon Anda?

komentar