Ada 700 Jamaah Haji Indonesia di Saudi Berpaspor Filipina

684
Pesona Indonesia
Jutaan umat Islam dari berbagai negara melaksanakan rangkaian ibadah haji di Masjidil Haram, Mekkah. Foto: istimewah
Jutaan umat Islam dari berbagai negara melaksanakan rangkaian ibadah haji di Masjidil Haram, Mekkah. Foto: istimewah

batampos.co.id – Kasus 177 warga negara Indonesia yang sempat diamankan imigrasi Filipina karena hendak berhaji dengan menggunakan kuota dan paspor Filipina, ternyata hanya sebagian kecil dari sekian banyak WNI yang naik haji menggunakan kuota dan paspor Filipina.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengungkapkan, paling tidak ada 500 hingga 700 jemaah haji asal Indonesia berangkat melalui Filipina menggunakan kuota Filipina dan paspor palsu seolah mereka warga Filipina.

“Mereka sudah di tanah suci melaksanakan ibadah haji. Mereka menggunakan paspor Filipina,” kata Yasonna, saat rapat dengar pendapat di Komisi III Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Namun nasib baik bagi mereka yang telah berada di tanah suci menjalankan ibadah haji. Mereka tetap bisa melanjutkan ibadah hajinya, dan dinyatakan sebagai korban. Mereka tidak dikenakan sanksi pidana.

“Seharusnya mereka kena tindak pidana di Filipina karena pemalsuan identitas, tapi karena hubungan baik kita dengan Filipina, kita kerja sama menyelesaikan masalah ini dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah bertemu di sela-sela KTT ASEAN di Laos membicarakan proses pemulangan para jemaah haji asal Indonesia yang terlanjur menggunakan paspor Filipina.

Hasilnya, Duterte setuju jika proses kepulangan para jemaah berpaspor palsu itu nantinya langsung diarahkan ke Indonesia.

“Informasi itu kami peroleh dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi,” kata Yasonna.

Namun teknis pemulangannya akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah. Tidak menutup kemungkinan mereka disatukan dalam pesawat yang sama. Karena para jemaah telah memegang tiket pulang ke Filipina.

Menurut Yasonna, Menlu juga meminta Menteri Agama untuk ikut membantu mencari ratusan jemaah haji yang memalsukan identitasnya. Meski hal itu tidak mudah dilakukan.

“Bukan gampang mencari itu, warga negara kita saja 10 ribu orang yang ke sana, ini mencari lagi 500 sampai 700 orang,” katanya.

Jika nantinya ada jemaah Indonesia yang pulang ke Filipina, Yasonna memastikan bahwa pemerintah Filipina akan membantu proses pemulangan ke Indonesia. “Mereka pasti bantu seperti 177 jemaah yang batal berangkat itu,” katanya.

Saat ini sebanyak 168 jemaah haji dari 177 orang yang gagal berangkat ke Arab Saudi telah dipulangkan ke Indonesia. Sementara sisanya masih bertahan di Filipina untuk dijadikan saksi dalam proses pengadilan setempat.

“Persoalan kewarganegaraan seharusnya ketika memiliki paspor, memang itu mengakibatkan hilangnya kewarganegaraan. Tapi kami menilai mereka adalah korban,” ujarnya. (Sumber: CNNIndonesia)

Respon Anda?

komentar