Belum Satu Pun Nama Cawagub Kepri Masuk ke DPRD

349
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak.
Jumaga Nadeak.

batampos.co.id – Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo sudah mematok tenggat selama 90 hari ke depan agar jajaran kerjanya mampu merampungkan proses administrasi pengajuan nama calon wakil gubernur Kepulauan Riau. Ultimatum Tjahjo ini tak lantas berpengaruh pada proses di daerah.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Jumaga Nadeak mengungkapkan, belum ada satu pun partai politik pengusung yang mendaftarkan nama bakal calon wakil gubernur. “Belum ada masuk nama bakal cawagub sampai hari ini (kemarin, red),” ujar Jumaga, Selasa (6/9).

Padahal dari informasi yang diterima Jumaga, disampaikan bahwa Gubernur Kepri Nurdin Basirun bahkan sudah berkirim surat kepada Partai Demokrat, Partai NasDem, Partai Gerindra, PKB, dan PPP, selaku partai politik pengusung agar segera menggesa pemilihan bakal nama yang akan mendampingi kerjanya hingga 2021 mendatang.

Menyoal tenggat yang sudah disampaikan Menteri Tjahjo, Jumaga mengatakan, hal itu baik-baik saja. Dalam waktu satu setengah bulan itu, Jumaga beserta seluruh jajaran anggota legislatif akan memaksimalkannya. “Seperti apa penerapannya dan segala sesuatu berhubungan teknis ini nantinya akan kami bicarakan lagi dengan Mendagri,” ujar politisi PDI-P ini.

Terpisah, Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kepri, Husnizar Hood menyampaikan proses pengajuan nama bakal cawagub dalam internal partainya sudah memasuki tahap akhir atau tinggal menunggu restu dari Dewan Pengrus Pusat. Kalau surat pengajuan nama bakal cawagub tersebut sudah diteken Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketua umum, kata Husnizar, akan segera dilanjutkan prosesnya.

“Kemungkinan minggu sekali lagi. Karena pak SBY berangkat,” terangnya.

Berlarut-larut sedemikian ini soal pemilihan nama bakal cawagub, kata Husnizar, bukanlah sesuatu yang disengaja. Melainkan ini memang sebuah proses pembahasan yang memang memakan waktu. “Ini tak sesederhana yang orang-orang lihat di luar,” ucapnya.

Pembahasan pemilihan kandidat cawagub juga dipengaruhi proses undang-undang yang harus disikapi oleh partai politik pengusung. Selain itu, sambung Husnizar, ada sejumlah tahapan yang harus disiasati. “Kami punya beban yang lebih besar daripada kondisi lain,” lanjut Nizar.

Partai pengusung juga tentunya melakukan analisa mendalam mengenai kemungkinan terpilihnya kandidat cawagub yang akan diusungnya. “Belum lagi dinamika politik yang terjadi di Kepri. Ini sangat berpengaruh dan juga dibaca DPP selama ini,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar