Cara Membasmi Narkoba Dikritik AS, Presiden Filipina Maki Obama

900
Pesona Indonesia
Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat tiba di Wattay International Airport, Vientiane, Laos, Senin (5/9). Di Laos, Duterte akan mengikuti 28th ASEAN Summit. Foto: AFP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat tiba di Wattay International Airport, Vientiane, Laos, Senin (5/9). Di Laos, Duterte akan mengikuti 28th ASEAN Summit. Foto: AFP

batampos.co.id – Presiden anyar Filipina, Rodrigo Duterte yang kesal urusan negaranya terlalu dicampuri pihak lain, menunjukkan keberaniaanya dengan mengeluarkan kata-kata cacian untuk Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Padahal, Duterte dan Obama rencananya akan bertemu di  Vientiane Laos, dalam ajang KTT ASEAN, Selasa (6/9/2016) kemarin.

Sebelum terbang ke Laos, Duterte menyempatkan diri menggelar jumpa pers di Davao, Filipina, Senin (5/92016). Di depan wartawan, Duterte berapi-api mengatakan tak sudi diceramahi Obama soal hak asasi manusia dan ketegasan pemerintahannya berperang dengan narkoba.

“Anda (Obama) harus menghormati. Jangan hanya melempar pertanyaan dan pernyataan. Anak pel****, saya akan mengutuk Anda di forum itu nanti,” ujar Duterte, seperti dikutip dari AFP.

Sejak menjabat sebagai presiden Juni lalu, Duterte memang menjadi perhatian dunia, termasuk AS. Dalam sebuah laporan yang tidak dibantah Manila, tercatat lebih dari 2.400 orang tewas dalam operasi anti-narkoba yang digencarkan kepolisian juga warga.

“Lebih banyak yang akan mati, bakal dibunuh sampai mereka (pelaku narkoba) keluar dari jalan. Sampai produsen (narkoba) terakhir terbunuh, kami akan terus. Saya akan terus,” tegas Duterte.

Dia menegaskan tidak akan mau diperintah Amerika Serikat, mantan penguasa kolonial Filipina, dan tidak peduli akan berhadapan dengan siapa saja. (adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar