Dicaci Maki Duterte, Obama Langsung Batalkan Pertemuan

703
Pesona Indonesia
Presiden AS Barack Obama. (foto: sky news)
Presiden AS Barack Obama. (foto: sky news)

batampos.co.id – Terjadi ketegangan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Laos, Selasa (6/9/2016).

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang membaca dan mendengar cacian Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, langsung membatalkan agenda pertemuannya sang pemimpin baru Filipida tersebut.

Meski The Punisher, julukan Duterte sudah meminta maaf, namun Obama tetap “ngambek”. Bisa jadi cacian itu membuat dia sakit hati.

“Presiden Duterte menjelaskan bahwa media melaporkan tentang rencana Presiden Obama yang akan menceramahinya tentang aksi main hakim sendiri kepadanya. Itu membuat beliau menimpalinya dengan komentar kasar seperti itu,” terang pemerintah Filipina tentang kronologi munculnya umpatan tersebut dalam pernyataan tertulis.

Baca Juga: Cara Membasmi Narkoba Dikritik AS, Presiden Filipina Maki Obama

Mendengar pemimpin Negeri Paman Sam itu akan mengajarinya tentang HAM di sela KTT ASEAN di Laos, Duterte pun langsung marah. Ia mengeluarkan sumpah serapah.

Dalam bahasa Tagalog, mantan wali kota Davao tersebut menyebut Obama putang ina yang artinya mirip son of a bitch dalam bahasa Inggris. Kata-kata Duterte itu pun langsung tersebar luas ke seluruh penjuru dunia. Termasuk Gedung Putih.

“Beliau (Duterte) menyesalkan kontroversi yang muncul akibat komentarnya kepada media. Dia menyampaikan salam hormat dan penghargaannya kepada Presiden Obama serta berharap hubungan dua negara tetap terjaga baik,” ungkap Manila.

Duterte yang sedang sibuk melibas penjahat narkoba dan pelaku kriminal di negerinya memang sensitif dengan campur tangan pihak lain. Maka, saat mendengar Obama bakal mengajaknya berbicara tentang HAM, dia berang.

Sebelumnya, dia juga sudah menyemprot PBB karena dianggap terlalu mencampuri urusan dalam negeri Filipina dengan dalih HAM.

Wajar jika Obama dan PBB tertarik membicarakan HAM dengan Duterte. Sebab, selama dua bulan duduk di kursi pre­siden, tokoh 71 tahun itu sudah menyaksikan sedikitnya 2.400 nyawa melayang.

Sebanyak 900 di antaranya tewas di tangan polisi dan sisanya di tangan death squad atau malah sindikat narkoba lain. Penembakan atau penikaman target oleh death squad itulah yang membuat Duterte panen kritik.

Setelah pembukaan KTT ASEAN kemarin, Gedung Putih kembali menegaskan bahwa Obama tidak akan bertemu Duterte.

”Presiden kulit hitam pertama AS itu hanya akan menemui Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye,” kata Ned Price, jubir Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Tampaknya, pertemuan tersebut akan lebih banyak membahas tentang rudal Korea Utara (Korut). (AFP/Reuters/hep/c20/any) 

Respon Anda?

komentar