Guru Ngaji yang Sudah Lumpuh Ini Disidang Karena Berbuat Asusila Kepada Muridnya

1162
Pesona Indonesia
Juni Baharudin (39), terdakwa kasus pencabulan usai keluar dari ruang sidang PN Tanjungpinang. Foto: Rindu untuk Batam Pos
Juni Baharudin (39), terdakwa kasus pencabulan usai keluar dari ruang sidang PN Tanjungpinang. Foto: Rindu untuk Batam Pos

batampos.co.id – Juni Baharuddin alias pak John (39), seorang guru mengaji di Tanjung Unggat yang melakukan perbuatan asusila, terhadap anak didiknya, menjalani sidang dengan agenda mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (6/9).

Saat memasuki ruang sidang, pria lumpuh tersebut menggunakan baju warna putih dan duduk di kursi roda yang didampingi pihak keluarganya dan juga petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang.

Dalam dakwaanya, JPU Zaldi Amri, menyatakan terdakwa terbukti dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak dibawah umur untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul sebagaimana dalam dakwaan primer melanggar Pasal 82 Ayat 1 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Selain itu terdakwa juga didakwa dengan dakwan subsider melanggar pasal ?82 ayat 2 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan Anak,”ujar JPU.

Masih dalam dakwaannya, Zaldi menjelaskan, perbuatan asusila tersebut terjadi ketika terdakwa mengajar ngaji terhadap Bunga (8), Mekar (9) dan Mawar (10) di rumahnya yang berada di Jalan Sultan Mahmud, Tanjung Ingat, Kecamatan Bukit Bestari. Modusnya terdakwa memasukkan tanganya ke dalam rok korban yang mana perbuatan itu dilakukan di dalam kamar.

“Korban di minta untuk mendekat kepada terdakwa yang berada di tempat tidur. Nah sambil mengajar terdakwa memasukan tangannya ke dalam rok korban,”kata Zaldi.

Setelah mendengar dakwaan yang dibacakan JPU, majelis hakim yang dipimpin Windi Ratna Sari yang didampingi Guntur Kurniawan dan Purwaningsih, menunda persidangan satu minggu mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Sekedar mengingatkan, kasus pencabulan yang menimpa bocah yang sedang belajar mengaji dan dilakukan oleh gurunya tersebut terungkap berawal dari kecurigaan salah satu orang tua anak didiknya yang menemukan bercak darah di celana dalam anaknya, pada (22/3).

Selanjutnya, orang tuanya itu pun menanyakan kepada anaknya yang usai peristiwa tersebut enggan pergi belajar mengaji. Mendengar pengakuan dari anaknya bahwa korban dipegang dan kemaluannya dikorek oleh terdakwa. Orang tua dari Bunga pun langsung melaporkan ke pihak berwajib. Tak lama kemudian terdakwa pun diamankan pihak kepolisian guna proses hukum lebih lanjut.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar