Jaga Anak Anda, Kasus Asusila Terhadap Anak Bawah Umur Meningkat

1086
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kasus pencabulan yang terjadi terhadap anak di bawah umur pada tahun ini yang dilaporkan dan ditangani Polres Karimun mengalami peningkatan sejak awal tahun sampai dengan bulan lalu. Tercatat ada 19 kasus pencabulan sampai dengan hubungan terlarang layaknya suami istri.

”Kalau kita lihat memang kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur mengalami peningkatan. Dibandingkan pada bulan yang sama di tahun lalu, jumlah 19 kasus sudah tinggi. Apalagi, saat ini masih ada 4 bulan lagi menjelang akhir tahun. Jumlah tersebut tidak hanya yang ditangai di Polres, tapi termasuk di tingkat Polsek,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno kepada koran Batam Pos, Selasa (6/9).

Hampir setiap bulan, kata Dwihatmoko, minimal ada satu laporan tindak pindana pencabulan dan persertubuahn terhadap anak di bawah umur. Berdasarkan rekapitulasi data yang dilaporkan setiap bulan, hanya Agustus saja yang tidak ada laporan tindak pidana tentang kasus pencabulan anak bawah umur. Sedangkan, sejak Januari sampai dengan Juli selalu ada. Paling banyak terjadi pada Mei sampai ada 5 kasus yang ditangani pihak kepolisian.

”Meski korbannya di bawah umur, namun untuk status bukan lagi anak sekolah atau pelajar. Tindak pidana pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini mayoritas terjadi akibat hubungan pacaran dengan pelaku. Untuk pelaku sendiri, usianya sudah dewasa. Kasus seperti ini biasanya diproses sampai ke pengadilan. Meski dilakukan mediasi antara orang tua korban dengan pelaku. Namun, orang tua korban tidak ada yang mau untuk diselesaikan dengan cara menikahkan korban dengan pelaku,” paparnya.

Dikatakan Dwihatmoko, hal terpenting yang dapat mencegah terjadinya tindak pidana pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur dengan adanya peran aktif dari pihak keluarga. Yakni, selaku orang tua selalu memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Seperti, dengan siapa bergaul dan siapa saja yang menjadi-teman-temannya. Kemudian, jangan biarakan anak-anak di bawah umur keluar rumah sampai tengah malam. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar