Kasus Pemukulan di Jemaja, Kapolres Natuna Turun Tangan

508
Pesona Indonesia
Warga Jemaja mendatangi Mapolsek Jemaja untuk meminta proses kasus pemukulan dihentikan, Sabtu (3/9). foto:syahid/batampos
Warga Jemaja mendatangi Mapolsek Jemaja untuk meminta proses kasus pemukulan dihentikan, Sabtu (3/9). foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kapolres Natuna AKBP Charles P. Sinaga memastikan akan menindaklanjuti kasus pemukulan terhadap Rian dan Leman. Dua warga Kecamatan Jemaja Timur itu dipukuli warga lantaran telah berani menutup keran pipa air induk untuk Kecamatan Jemaja beberapa waktu lalu.

“Proses hukum tetap berlanjut, kita sudah mengutus anggota reskri untuk menangani kasus itu,” ungkap Charles kepada wartawan ketika menyambangi Mapolsek Siantan Selasa (6/9).

Saat ini pihak Reskrim Polres Natuna yang ditugaskan di Mapolsek Letung sudah memanggil sejumlah saksi. “Untuk kasus buka tutup keran air sudah sekitar 10 saksi dan untuk kasus pemukulan, pihak reskrim sudah memanggil sekitar 15 saksi untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Meski demikian, untuk kasus pemukulan pihak reskrim belum dapat menentukan siapa yang menjadi tersangka. Karena saat ini baru dalam proses pengumpulan alat bukti. “Tersangkanya belum ada,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kurang lebih 100 warga Jemaja mendatangi Mapolsek Jemaja Sabtu (3/9). Mereka meminta agar pihak polisi tidak lagi menindaklanjuti kasus pemukulan terhadap Rian dan Leman warga Jemaja Timur yang saat itu dipukuli warga Jemaja karena telah berani menutup kran air pipa unduk yang mengalir ke wilayah Jemaja. Mereka ingin masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan bukan secara hukum.

Camat Jemaja Robby Sanjaya, yang saat itu juga ada di Mapolsek Jemaja menjelaskan, sebenarnya mereka datang untuk menyelesaikan dua masalah itu secara damai. Karena itu menyangkut masalah masyarakatnya, maka saat itu dirinya mengaku juga ingin mencari solusi bagaimana supaya masalah itu diselesaikan secara damai.

“Kalau bisa kita akan carikan solusi supaya itu diselesaikan secara damai tapi belum bisa,” ungkapnya kepada wartawan Minggu (4/9).

Mengenai alasan mengapa belum bisa, dirinya belum sempat menjelaskan secara gamblang. Salah satu alasannya karena dua korban pemukulan Leman dan Rian tidak datang ke Mapolsek Jemaja dan saat itu tidak diketahui keberadaannya. “Masalahnya belum bisa diselesaikan secara kekeluargaan karena yang bersangkutan tidak datang ke polsek. Kalau masalah secara hukum, saya tidak tahu, itu ranah polsek,” ungkap Robby. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar