Kurir Narkoba dari Malaysia Dituntut 17 Tahun Penjara

278
Pesona Indonesia
Soleh (33), terdakwa kasus narkotika usai menjalani sidang di PN Tanjungpinang,. Foto: Osias De/Batampos
Soleh (33), terdakwa kasus narkotika usai menjalani sidang di PN Tanjungpinang,. Foto: Osias De/Batampos

batampos.co.id – Soleh (33), terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 502,24 gram, yang dibawa dari Malaysia atas suruhan seseorang, dituntut 17 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (6/9).

Dalam tuntutannya, JPU Ricky Setiawan menyatakan terdakwa terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum menerima narkotika golongan satu bukan tanaman yang dilakukan secara berkelanjutan sebagaimana dalam dakwaan primer melanggar pasal 114 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kami meminta kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan hukuman 17 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun penjara,”ujar Ricky.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi Penasehat Hukumnya (PH) Sri Menawari menyatakan menerima. Namun, pihaknya tetap akan mengajukan pembelaan (pledoi).

Setelah mendengar tuntutan yang dibacakan JPU dan tanggapan PH atas tuntutan JPU. Majelis Hakim yang dipimpin Guntur Kurniawan didampingi Jhonson Sirait dan Santonius Tambunan, menunda sidang selama satu pekan mendatang dengan agenda mendengarkan pledoi yang akan di bacakan terdakwa.

Seperti diketahui, Soleh ditangkap petugas KPPBC Tanjungpinang, saat sampai di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, ketika turun dari kapal MV Sentosa, yang mana pada saat itu saksi Yoyok Efendi dan Niko Wanda mengawasi dan memeriksa barang bawaan setiap penumpang yang turun dari kapal.

Pada saat pemeriksaan terhadap terdakwa yang menggunakan anjing pelacak ternyata anggota Bea Cukai mencurigai gerak gerik terdakwa dan didapati barang bukti berupa narkoba yang disimpan dalam tapak sepatu yang digunakan terdakwa. Ia menjadi kurir narkoba dari Malaysia tersebut.

Selanjutnya, terdakwa beserta barang bukti langsung dibawa ke kantor KPPBC untuk proses lebih lanjut dengan berkoordinasi dengan pihak Satresnarkoba Polres Tanjungpinang. Saat ditimbang barang bukti yang disimpan dalam rapak sepatu itu beratnya lebih kurang 502,24 gram.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar