Mahasiswa Riau: Usut Tuntas Penerbitan SP3 Karhutla

303
Pesona Indonesia
Massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Riau (BEM UIR) menggelar aksi unjuk rasa dikantor DPRD Riau Jalan Jend. Sudirman, Pekanbaru. Selasa (6/9/2016). Mahasiswa meminta agar DPRD Riau segera menyelesaikan masalah SP3 terhadap 15 perusahaan oleh Polda Riau. ft DEFIZAL / Riau Pos
Massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Riau (BEM UIR) menggelar aksi unjuk rasa dikantor DPRD Riau Jalan Jend. Sudirman, Pekanbaru. Selasa (6/9) Foto: DEFIZAL / Riau Pos /jpg

batampos.co.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) mengaku kecewa saat menggelar aksi demo di depan pagar gedung DPRD Riau.

Pasalnya, tak satupun anggota dewan yang menerima mereka saat menyampaikan tuntutan pencabutan penerbitan SP3 terhadap 15 perusahaan diduga pembakar lahan di Riau.

Niat mereka mengajak anggota DPRD Riau untuk ikut turut bersama-sama melakukan aksi bersama di Polda Riau gagal.

Kasubag Humas dan Perpustakaan Setwan DPRD Riau, Syefriadi yang menemui massa aksi menyampaikan bahwa anggota DPRD terutama Komisi A yang membidangi masalah hukum tengah berada diluar kota.

Tidak terima dengan hal itu, massa meminta untuk dapat langsung mengecek kedalam gedung DPRD Riau.

“Anggota Komisi A sedang keluar kota, observasi di Jakarta. Kalau mau diajak aksi hari Kamis saja. Tapi kalau mau orasi silahkan saja,” ujar Syefriadi saat menemui massa.

Setelah dilakukan kesepakatan, akhirnya puluhan mahasiswa diizinkan masuk ke gedung DPRD Riau untuk mengecek langsung terutama ruangan Komisi A. Benar saja, saat dicek tidak ada satupun anggota Komisi A yang berada diruangan dan hanya menyisakan beberapa staf saja.

“Dengan tidak adanya satupun anggota DPRD Riau, membuktikan bahwa DPRD tidak serius menangani masalah asap, DPRD diam seakan di Riau tidak ada persoalan. Kapolda Riau harus di copot, yang menyuarakan ini seharusnya DPRD Riau. Apapun agendanya, yang harus di prioritaskan adalah rakyat,” ujar Menlu BEM UIR Mirwansyah seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (7/9).

Dengan tidak adanya anggota DPRD Riau tersebut, pihaknya akan mendatangi lagi kantor DPRD dilain waktu. Setelah melakukan aksi sweeping, massa kemudian membubarkan diri dan melanjutkan aksi ke Polda Riau.

Anggota Komisi A DPRD Riau, Sugianto dikonfirmasi terpisah mengenai tuntutan mahasiswa tersebut untuk ikut dalam aksinya mengatakan, DPRD Riau melalui Komisi A mempunyai regulasi tersendiri dalam hal kasus penerbitan SP3 oleh Polda Riau. Tidak dengan ikut turun kejalan, melainkan dengan cara-cara politis.

“Porsinyakan lain-lain. Kalau mahasiswa menyuarakan aksi mereka dengan turun ke jalan sah-sah saja, kalau kami tentunya dengan cara politis. Tidak diminta pun kami sebenarnya juga sudah mengawal persoalan ini, bahkan sampai ke Komisi III DPR RI,” ujarnya.

Terkait ketidak hadiran anggota Komisi A di gedung DPRD Riau saat mahasiswa melakukan aksi, Sugianto mengatakan, bahwa anggota DPRD Riau memang sedang melakukan sejumlah tugas. “Pada intinya kita tidak menghindar tapi anggota DPRD inikan ada yang Panitia Khusus (Pansus) dan lainya,” jelasnya.

Aksi itu sempat memanas ketika ada salah seorang mahasiswa yang menggoyang pagar namun dapat langsung diamankan, Selasa (6/9). Puluhan aparat keamanan gabungan Satpol PP, Polisi dan juga TNI bersiaga dibalik pagar. (jpg)

Respon Anda?

komentar