Mengaku Kelaparan, Dua Pemuda Ini Nekat Menjambret

1326
Pesona Indonesia
Kapolsek Bengkong menunjukkan dua pemuda yang mengaku lapar lalu menjambret namun gagal dan ditangkap, Rabu (7/9/2016). Foto: egg/batampos.co.id
Kapolsek Bengkong AKP Hendrianto (kanan) menunjukkan dua pemuda yang mengaku lapar lalu menjambret namun gagal dan ditangkap, Rabu (7/9/2016). Foto: egg/batampos.co.id

batampos.co.id – Mengaku tidak sanggup lagi menahan lapar, dua pemuda bernama Rendi (25) dan Emil (28) nekat menjambret di depan Shoping Center Bengkong, Jumat (2/9/2016) lalu sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat dijumpai di Mapolsek bengkong, Rendi mengatakan pada malam itu ia hendak meminjam uang kepada temannya Feri yang berada di Nagoya sebesar Rp 20 ribu.

Namun sesampainya di Nagoya, ternyata teman Rendi sedang tidak berada di rumah. “Kami berdua mau pinjam uang buat makan, namun karena teman itu tak ada di rumah, kami balik lagi,” ungkapnya, Rabu (7/9/2016).

Perut yang semakin lapar membuat kedua pelaku ini kehilangan akal, hingga akhirnya salah seorang perempuan mendahului mereka di Bengkong Polisi dan langsung diikuti oleh kedua pelaku.

“Awalnya itu jumpa cewek motong kami. Karena mau makan dan malam itu kami sudah kelaparan, kami ikuti dia,” lanjutnya.

Setelah mengikuti korbannya, akhirnya pelaku menarik tas korban hingga terputus. Namun naas bagi pelaku, sebelum menikmati hasil jambretnya, kedua pelaku terjatuh dari sepeda motornya hingga akhirnya diamuk massa.

Sementara, Reni H (27) yang menjadi korban dalam penjambretan ini mengungkapkan awalnya ia baru pulang kerja dari Nagoya melewati jalan Yos Sudarso menuju rumahnya di di salah satu perumahan di kawasan Bengkong.

“Saat di depan Jodoh Center, saya melihat ke belakang, saat melihat ke belakang itu mereka langsung menarik tas yang saya sandang,” ungkap Reni.

Reni yang terkejut dan tasnya ditarik pun hampir jatuh. Beruntung, Reni saat itu masih mampu mengendalikan sepeda motornya dan teriak jambret.

“Saat berteriak itu tidak ada satu orang pun yang langsung mengejar pelaku. Padahal di belakang ada orang juga,” ceritanya.

Sementara, Pelaku yang mendengar teriakan Reni langsung hilang kendali dan menabrak trotoar pinggir jalan hingga terjatuh.

Pelaku yang terjatuh kembali di teriaki oleh Reni, namun tidak ada satu pun pengendara yang mau membantu Reni. Meski pada saat itu diakui Reni ada beberapa pengendara yang melintas.

“Waktu itu ada orang, mereka hanya melihat aja sambil jalan. Tidak ada yang berhenti,” ujarnya.

Reni yang sudah kesal melihat pelaku yang kembali berdiri, akhirnya memberanikan diri dengan menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya ke sepeda motor pelaku.

“Melihat mereka mau kabur lagi. Akhirnya saya tabrakkan kan aja sepeda motor saya ke motor mereka,” katanya.

Setelah menabrakkan sepeda motornya ke pelaku. Baru itulah diakui Reni warga mulai berdatangan dan langsung mengamankan kedua pelaku.

“Satu orang langsung ditangkap, dan yang satunya lagi kabur dengan melompati parit. Tapi akhirnya ditangkap juga sama warga,” katanya lagi.

Warga yang geram dengan aksi yang dilakukan oleh pelaku langsung menghajar pelaku dan membakar sepeda motor milik pelaku.

“Mereka langsung dipukul dan sepeda motornya juga dibakar sama warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bengkong AKP Hendrianto mengungkapkan pada malam itu anggotanya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya pelaku jambret yang ditangkap oleh warga.

Setelah mendapatkan laporan itu, tim patroli Polsek Bengkong langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan pelaku dan sepeda motor yang telah dibakar oleh massa.

“Malam itu setelah mendapatkan laporan, langsung kita jemput pelakunya. Pengakuannya baru kali ini dilakukakannya, nanti akan dikembangkan. Mereka kita kenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancamannya 9 tahun,” ungkapnya.

Hmmm… Ngaku lapar jadi menjambret, tapi punya motor. Modus… (egg)

Respon Anda?

komentar