Mobil Dinas DPRD Kepri Menunggak Pajak

341
Pesona Indonesia
Mobiol dinas anggota DPRD Kepri yang menunggak pajak. foto:jailani/batampos
Mobiol dinas anggota DPRD Kepri yang menunggak pajak. foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Mobil Dinas Anggota Komisi III DPRD Kepri, Tawariq dengan nomor polisi BP 33 A diduga menunggak pajak kendaraan. Pasalnya berdasarkan nopol tersebut jatuh tempo pajak kendaraanya pada bulan Desember 2015 lalu.

“Masih dalam proses pembayarannya,” ujar Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) DPRD Kepri, Hamidi singkat menjawab pertanyaan wartawan terkait persoalan ini.

Sementara itu, Tawariq yang merupakan politisi senior di DPRD Kepri dari Dapil Bintan-Lingga tersebut belum bisa di konfirmasi. Sebelumnya, Tawariq juga kedapatan mengganti plat mobil dinas yang seharusnya berwarna merah menjadi hitam. Padahal plat hitam hanya digunakan untuk kendaraan pribadi.

Penelurusan dilapangan, mobil dinas dengan nomor polisi (Nopol) BP 33 A seharusnya berwarna merah. Kenyataan dilapangan, mobil kijang inova berwarna gold tersebut diubah warnanya menjadi hitam. Dari informasi yang didapat dilapangan penggantian tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kepri, Hamidi ketika dikonfirmasi membenarkan mobil dinas BP 33 A adalah mobil dinas yang digunakan politisi senior dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Tawariq. Terkaitnya adanya penggantian plat hitam, Hamidi belum mengetahui pasti.

“Ya benar, mobil dinas tersebut digunakan atas nama Tawariq,” ujarnya singkat dari balik sambungan telpon.

Menurut petugas yang berjaga di Kantor DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, mobil dinas tersebut juga sering parkir sembarangan. Sehingga mengganggu aktivitas lalu lalang di kantor para wakil rakyat. Tentunya kejadian ini, tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Mobil itu (BP 33 A, red) sering parkir sembarangan. Sehingga sering mengganggu lalu lalang disini,” ujar salah satu petugas yang minta namanya tidak dikorankan.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar