Orang Tua Suruh Anak Copet di Mall

375
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Ad, bocah laki-laki berusia delapan tahun bersama kedua orangtuanya nyaris menjadi bahan bulan-bulanan warga di kawasan Panbil Mall, Mukakuning Seibeduk.

Bocah tersebut ketahuan mencopet dompet Julie, salah seorang pengunjung wanita yang sedang berada di Ramayana Panbil Mall, Sabtu (4/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Aksi nekat bocah ingusan itu diduga kuat karena disuruh oleh kedua orangtuanya sehingga warga yang mengetahui kejadian itu sempat tersulut emosi.

Namun beruntung petugas keamanan kawasan Panbil Mall cepat mengamankan Ad dan kedua orangtuanya itu.

Menurut Nita salah satu penjaga toko di dalam kawasan Panbil Mall, copet yang dilakukan Ad itu terjadi di meja kasir Ramayana. Saat itu korban hendak membayar belanjaannya namun saat antre untuk membayar, tiba-tiba Ad muncul dari belakang dan mengambil dompet dari dalam tasnya.

“Mulanya tak sadar ibu itu, tapi karena ada CCTv akhirnya ketahuan,” ujarnya.

Warga yang menyadari aksi pencopetan itu langsung mengamankan Ad dan saat diamankan kedua orangtua Ad datang untuk membela Ad.

“Disitu warga curiga kalau anak itu copet karena suruhan orangtuanya, sebab sebelum anak itu copet, orangtua anak itu sengaja menabrak ibu korban copet itu agar isi tas ibu bisa dilihat oleh anak mereka yang berjalan di belakang,” ujar Nita.

Robin penjaga toko lainnya juga menuturkan hal yang sama. Diduga aksi nekat Ad itu karena suruhan orangtuanya sebab sebelum copet terjadi, Ad bersama orangtuanya terlihat mondar mandir dalam mall tersebut seperti mencari korban.

“Dari pukul 19.00 WIB mereka mondar-mandir nggak tahu apa yang dicari. Seperti memang ada niat orang itu mau copet,” ujarnya.

Ad dan kedua orangtuanya sempat diamankan petugas keamanan Mall sebelum akhirnya dilepaskan kembali.

Merry Jane adik Julie, membenarkan adanya pencopetan yang dialami kakaknya saat belanja di Panbil Mall. Waktu kejadian bocah itu mengambil dompet kakaknya sewaktu berada di kasir Ramayana.

Bahkan Merry menduga aksi nekat AD nekat karena disuruh kedua orangtuanya. Sebab Sebelumnya, bocah itu mengambil dompet kakanya, orangtua pelaku pura-pura menabrak kakaknya saat mencari belanjaannya.

“Kayaknya memang disuruh orangtuanya. Ngeri kalau sempat orangtuanya tega suruh anaknya mencopet,” kata Merry.

Kasus tersebut tidak sampai ke pihak kepolisian, sebab setelah melalui pertamuan dengan petugas keamanan, Ad dan orangtuanya dibebaskan.

Kanitreskrim Polsek Seibeduk Bripka Abdon Pasaribu saat dikonfirmasi mengaku memang tidak mengetahui kejadian tersebut.

“Belum ada laporannya sampai sekarang,” ujar Abdon. (eja)

Respon Anda?

komentar