Pria Ini Jambret 3 Kali Sehari Layaknya Minum Obat, Kadang Dapat Tas Kosong

366
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dua penjambret, Agustata Nanda dan Lucky yang diamankan warga di kawasan Kampung Bawean, Bengkong sudah 32 kali melancarkan aksinya di Batam. Dalam sehari, pelaku mengincar 3 orang korban.

Baca juga:

Jauh-jauh ke Batam Untuk Jambret, Kedua Pria Ini Sudah 32 Kali Beraksi

“Pelaku kurang lebih selama sebulan di Batam. Setiap hari mereka berkeliling untuk mencari korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuampar, AKP Kahardani, kemarin.

Kahardani menjelaskan pelaku sengaja mendatangi Batam dan menempati kos-kosan di wilayah Tanjunguma. Mereka beraksi secara berkomplotan bersama dua rekannya, Rd dan Iw.

“Biasanya, setelah beraksi pelaku langsung bersembunyi di kosan. Dan balik ke kampung,” terangnya.

Rd dan Iw saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Keduanya diketahui baru saja beraksi di kawasan Nagoya dan telah pulang kampung ke Sumatera Selatan.

“Dua pelaku masih dalam pengejaran. Kita sedang menyelidiki kemana barang hasil curian yang dijual,” tutur Kahardani.

Kahardani menambahkan dalam aksinya pelaku mengincar pengendara sepeda motor wanita. Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Vixion, 2 tas, 5 ponsel dan kartu identitas korban.

“Pelaku menggunakan motor itu (Yamaha Vixion) untuk menjambret. Biasanya tas ditarik hingga korban terjatuh,” jelasnya.

Dengan kejadian ini, sambung Kahardani, ia meminta para pengendara sepeda motor wanita untuk lebih waspada dalam membawa tas. Ia juga meminta masyarakat untuk bekerjasama dalam memberikan informasi.

“Sekecil apapun informasi bisa membantu kita,” paparnya.

Sementara itu dari pengakuan Lucky, ia menetap di Batam selama 19 hari. Dia mengaku menjambret akibat tidak memiliki pekerjaan.

“Di sini (Batam) tidak ada pekerjaan. Jadi teman ngajak menjambret,” ujar pria 29 tahun ini.

Lucky mengatakan dalam menjambret ia bertugas merampas tas sang korban. Sementara Nanda bertugas sebagai joki atau pengendara motor.

“Terkadang dapat uangnya tak menentu. Ada juga tasnya yang kosong,” pungkasnya. (opi)

Respon Anda?

komentar