Seluruh Calon Jamaah Haji Indonesia Sudah di Arab Saudi, Kloter Terkahir Tertahan 12 Jam di Bandara

325
Pesona Indonesia
Jutaan Calon Jamaah Haji dari berbagai negara tawaf di Masjidil Haram, Makkah. Foto; istimewa
Jutaan Calon Jamaah Haji dari berbagai negara tawaf di Masjidil Haram, Makkah. Foto; istimewa

batampos.co.id  – Calon Jamaah haji Indonesia kloter terakhir tiba di Arab Saudi. Dengan demikian, seluruh calon jamaah haji asal Indonesia telah tiba di Arab Saudi.

Namun sayang, kloter terakhir mencatat rekor terlama berada di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Mendarat pada Senin (5/9) pukul 23.17 waktu Arab Saudi, mereka baru bisa keluar dari bandara pada Selasa (6/9) pukul 11.30. Total, lebih dari 12 jam para jamaah kloter 74 embarkasi Solo itu menunggu pemberangkatan ke Makkah.

’’Tahun-tahun sebelumnya paling lama hanya tujuh jam. Ini benar-benar rekor,’’ ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Airport PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam.

Arus kedatangan jamaah haji menjelang closing date (batas akhir jamaah haji tiba di Tanah Suci) memang sangat padat. Antrean jamaah dari berbagai negara di ruang imigrasi sangat banyak dan diatur bergiliran. ’’Beruntung kloter terakhir itu dari Solo. Mereka kan terkenal sabar,’’ kelakar Nurul.

Kloter 74 Solo membawa 299 jamaah dan 5 petugas. Itu adalah kloter ke-387, sekaligus penutup kedatangan jamaah haji dari Indonesia. Berdasar data manifes penerbangan, total jamaah haji reguler yang diangkut hingga kloter terakhir kemarin adalah 154.441 orang. Sedangkan total kuota jamaah haji reguler Indonesia tahun ini 155.200. ’’Ada 759 kuota yang tak terpakai,’’ katanya.

Menurut Nurul, tiap tahun hal itu terjadi karena ada jamaah yang meninggal atau berhalangan pada saat-saat menjelang keberangkatan. Karena itu, posisi mereka tidak bisa digantikan orang lain.

Sementara itu, total jamaah haji khusus yang terpantau tiba di Bandara King Abdul Aziz hingga kemarin siang mencapai 8.368 orang. Angka itu masih jauh dari kuota jamaah haji khusus yang ditetapkan sebanyak 13.600. Padahal, batas akhir penerbangan jamaah haji yang ditetapkan pemerintah Saudi adalah 5 Zulhijah atau 7 September.

’’Memang belum 100 persen jamaah haji khusus datang ke Tanah Suci. Kabar yang saya terima, hari ini (kemarin, Red) penerbangan terakhir dan paling banyak,’’ terang Nurul.

Tadi malam, tim daker airport digeser ke Arafah untuk menjadi leading sector pelayanan jamaah haji saat wukuf. Sebab, tidak ada lagi layanan jamaah haji Indonesia di bandara. Mereka akan kembali ke bandara pada 16 September dan melayani pemulangan jamaah mulai 17 September.

Hari-hari menjelang closing date di Bandara King Abdul Aziz juga diwarnai meningkatnya kedatangan para jamaah haji nonkuota. Rata-rata mereka menggunakan visa furodah atau undangan dari kerajaan Saudi. Salah satunya Nur Efendi dari Rumah Zakat.

’’Saya tergabung dalam rombongan yang jumlahnya sekitar 40 orang. Semua menggunakan visa undangan,’’ ujarnya.

Sama dengan jamaah reguler, Nur Efendi harus mengalami antrean panjang di imigrasi. Mendarat sekitar pukul 08.00, dia masih harus menunggu jemputan hingga petang.

’’Semua proses di tanah air tidak sulit. Yang agak sedikit meleset dari perkiraan hanya masalah transportasi. Nunggu lama,’’ ungkapnya.

Nur belum tahu hotel yang akan ditempati di Makkah. Namun, dia menyatakan bahwa urusan akomodasi di Tanah Suci sudah beres. ’’Nanti kami juga dijanjikan bertemu pihak kerajaan. Setelah rangkaian prosesi ibadah haji selesai,’’ ujarnya. (/c17/ca/jpg)

Respon Anda?

komentar