Tiga Kapal Tujuan Anambas Dihentikan karena Sudah Tua

429
Pesona Indonesia
Feri Seven Star yang biasanya melayari rute Tanjungpinang-Anambas. foto:net
Feri Seven Star yang biasanya melayari rute Tanjungpinang-Anambas. foto:net

batampos.co.id – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Capt Teddy mengatakan distopnya izin berlayar tiga armada tujuan Tanjungpinang-Anambas karena sudah tua. Untuk menyiasati kebijakan ini, pihaknya akan menggandeng Blue Sea Jet untuk menutupi persoalan ini.

“Setelah kami melakukan evaluasi, memang armada yang ada sekarang ini tidak memenuhi standar untuk pelayaran di laut terbuka,” ujar Capt Teddy menjawab pertanyaan media usai menggelar rapat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kepri di Kantor KSOP Tanjungpinang, Selasa (6/9)

Lebih lanjut, baik Mv. Trans Nusa, Mv. VOC Batavia, maupun Mv. Seven Star Island memang dirancang dengan bahan dasar almunium. Akann tetapi, ada standar-standar kapal yang ditentukan untuk mengarungi laut terbuka. Dan armada yang mendekati itu hanya Mv. Seven Star Island.

Disebutkannya, spesifikasi armada yang layak harus memenuhi standar yang sudah ditentukan. Baik tinggi kapal maupun design kapalnya. Karena memang perjalan yang harus ditempuh dari Tanjungpinang ke Letung, Anambas yang jaraknya sekitar 175 mil lebih kurang 8-10 jam.

“Ada pulau yang lewati selama perjalan dari Tanjungpinang ke Letung, Anambas. Pertimbangan ini, berkaitan erat dengan aspek keselamatan berlayan,” ujar pria yang baru duduk sebagai KSOP Tanjungpinang tersebut.

Disebutkannya, Mv. Trans Nusa dibuat pada tahun 1990, Mv. VOC Batavia pada tahun 1987. Kemudian Mv. Seven Star Island pada tahun 1995. Artinya semua armada yang ada saat ini umurnya sudah diatas 20 tahun. Untuk kapal Mv. Seven Star Island saat ini masih menjalani proses docking.

“Sudah hampir satu tahun tidak beroperasional, karena belum selesai docking. Apabila proses upgrade selesai, tentu akan kita evaluasi lagi kelayakannya,” papar Teddy.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Muramis yang menghadiri langsung rapat tersebut mengatakan kebijakan ini memang terpaksa dilakukan. Menurutnya, rasa aman dan nyaman harus menjadi yang utama. Dijelaskannya, menyiasati hal ini memang perlu solusi.

“Saat ini ada kapal Blue Sea Jet dari Batam ke Anambas. Ini yang akan kita gandeng untuk bekerjasama. Sehingga pelayanan transportasi tetap bisa dinikmati masyarakat,” ujar Muramis.

Mantan Kadishub Batam itu juga menjelaskan, langkah ini merupakan tindakan antisipatif. Apalagi berkaca dari musibah pompong tenggelam antara Tanjungpinang dan Pulau Penyengat. Meskipun jarak tempuh dekat, tetapi tidak berhasil diselamatkan.

“Artinya jangan sampai, terjadi lagi. Karena apapun bisa terjadi di laut, seperti badai atau ombak besar. Makanya perlu diantisipasi. Kita juga sudah mendorong kepada masing-masing operator untuk membuat kapal baru,” jelasnya.

Sementara itu, legislator DPRD Anambas, Indrawan yang datang membawa aspirasi masyarakat sangat mengharapkan transportasi kapal tujuan Anambas tidak terputus. Sehingga arus orang atau barang akan tetap berjalan. Diakuinya, tranportasi kapal cepat memang merupakan satu kebutuhan untuk konektivitas saat ini.

“Mudah-mudahan kebijakan dari KSOP ini bisa dipahami masyarakat. Karena memang, kita akui tanggungjawab keselamatan berlayar ada di pundak KSOP,” ujarnya menambahkan. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar