Yakin Reza Pengguna Narkoba, Kepala BNN Buwas Perintahkan Uji Ulang

900
Pesona Indonesia
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi waseso. Foto: dokumen JPNN.Com
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi waseso.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id -Penyanyi Reza Artamevia belum bisa bernafas legah. Setelah dibebaskan dan hanya direhabilitasi setelah sebelumnya dinyatakan positif menggunakan narkoba saat diamankan bersama AA Gatot di Lombok NTB beberapa waktu lalu, keputusan itu tak memuaskan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso.

Pria yang akrab disapa Buwas itu yakin Reza pengguna narkoba. Itu sebabnya, ia meminta anggotanya melakukan tes ulang. Tujuannya untuk memastikan kembali apakah penyanyi bersuara khas ini pengguna narkoba atau tidak.

Buwas  mengatakan, tes terhadap Reza tidak hanya pada urine saja, tapi juga rambut. Sebab, dari tes rambut itu akan diketahui secara pasti apakah penyanyi bersuara alto itu steril dari narkoba atau justru pengguna.

“Saya perintahkan untuk cek ulang. Kami akan periksa ulang tes darah termasuk rambut kepada pengguna-pengguna, sehingga kita tahu,” ujar Buwas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Sebelumnya, Komisi III DPR memang mempertanyakan akurasi tes urine atas Reza. Sebab, sebelumnya berdasarkan tes yang dilakukan oleh Polda NTB menunjukkan Reza menggunakan narkoba.

Namun, hasil berbeda justru muncul saat Reza menjalani tes urine di BNN Provinsi NTB. Hasilnya negatif.

Buwas menjelaskan, hasil tes urine bagi pengguna yang baru saja memakai memang bisa positif. Namun, setelah beberapa hari kembali dites ulang, bisa saja berbah.

Selain itu Buwas mengatakan laboratorium BNNP NTB memang tak selengkap BNN pusat. “Lab di sana banyak keterbatasan,” sebut mantan Kabareskrim itu.

Namun, dari berbagai assesment, kata Buwas, bisa saja Reza memang pengguna narkoba. Untuk itu, mantan istri Adie Massaid itu bisa menjalani rehabilitasi.

“Walaupun pengguna, kita lakukan rehab yang benar. Jangan sampai ada tudingan masyarakat ini rekayasa bahkan ada permainan oknum karena ada sesuatu ini dibebaskan,” pungkas Buwas.(dna/JPG)

Respon Anda?

komentar