Adakan Nikah Massal di Kereta, Peminatnya Ratusan Pasangan

249
Pesona Indonesia

052101_393907_nikah_di_keretabatampos.co.id – Sebuah lembaga bernama Forum Taaruf Indonesia (Fortais) di Yogyakarta menggelar pernikahan massal secara unik.

Lembaga yang berperan sebagai makcomblang bagi para pencari jodoh itu menggelar pernikahan massal di dalam gerbong kereta yang sedang berjalan.

Pada Selasa lalu (6/9), Fortais menyelenggarakan nikah massal gratis bagi tujuh pasangan di dalam Kereta Api Prameks di Stasiun Tugu, Kota Jogja.

Menariknya, lokasi pernikahan tidak lantas disterilkan dari penumpang kereta api jurusan Solo – Jogja itu.

Bahkan, para penumpang leluasa menyaksikan prosesi sakral akad nikah ketujuh pasangan pengantin. Ketua Fortais Ryan Budi Nuryanto mengatakan, peminat nikah massal sebenarnya lebih dari tujuh pasangan.

Menurutnya, selama tujuh hari pendaftaran yang dibuka secara online di media sosial, jumlah pendaftar mencapai ratusan. Hanya saja, sebagian besar tidak melengkapi berkas persyaratan yang ditetapkan panitia.

“Ada yang menyepelekan surat pengantar dari RT atau RW. Tentu saja itu tidak bisa,” katanya di sela acara nikah massal.

Sebelumnya Fortais juga pernah menggelar nikah massal di dalam pesawat TNI AU yang sedang mengudara.

Sedangkan nikah massal di dalam kereta kali ini digelar dalam rangka menyambut hari jadi Kota Jogja ke-260 dan HUT ke-71 PT KAI.

Ada arak-arakan untuk ketujuh pasangan calon pengantin. Mereka dirias oleh anggota Paguyuban Rias Kinasih Jogja di Kantor UPT Malioboro.

Akad nikah dipimpin Suardi dan Sehona dari Kementerian Agama Kota Jogja. Turut hadir menyaksikan acara itu antara lain Kepala DAOP VI PT KAI Hendy Helmy, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekkot Jogja Aman Yuriadijaya, serta keluarga para mempelai.

Disaksikan banyak orang ternyata membuat sebagian pasangan pengantin grogi. Karenanya, ada beberapa mempelai pria yang diminta mengulang kalimat ijab kabul karena dinilai terlalu terburu-buru dan gugup.

“Ini adalah kali pertama ada proses pernikahan (ijab kabul) di dalam gerbong kereta di Jogjakarta,” ucap Sehona. Sebagai penghulu, ia mengaku sangat senang diikutsertakan dalam acara tersebut.

Mempelai perempuan termuda, Kania Restu Fauzi (20), mengaku sangat takjub dengan acara nikah masal yang dilakoninya bersama suaminya, Crysna Marsono (23).

Apalagi, ijab kabul tak sekadar di dalam gerbong kereta api, tapi juga berjalan menuju Stasiun Maguwoharjo.

“Sangat unik. Karena itu kami tertarik,” katanya bangga.

Beda lagi komentar peserta lain yang bernama Mujiyanto (37). Buruh bangunan yang sudah lama menduda itu sengaja ikut acara nikah massal demi menghemat irit biaya.

Baginya, biaya pernikahan cukup mahal dibanding penghasilannya yang tidak menentu.(jpnn)

Respon Anda?

komentar