Andalkan Pertanian Modern, Lingga Bakal Jadi Lumbung Pangan Organik Kepri

500
Pesona Indonesia
Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin rapat koordinasi ketahanan pangan di Kepri  di Hotel Novotel, Jodoh, batuampar, Selasa (6/9). F Dalil Harahap/Batam Pos
Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin rapat koordinasi ketahanan pangan di Kepri di Hotel Novotel, Jodoh, batuampar, Selasa (6/9). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menargetkan 4.000 hektar di Kabupaten Lingga menjadi lumbung pangan organik di Kepri.

Mengandalkan pertanian modern dengan varietas unggul, ia optimis tahun depan ketahanan pangan Indonesia menjadi nomor satu di Asia.

“Mengenai 4000 hektar di Lingga, dana sudah ada. Tinggal besok langsung dikerjakan,” ucap Amran dalam Rapat Koordinasi Pangan, di Hotel Novotel, Batu Ampar, Selasa (6/9).

Dia menginginkan swasembada pangan di semua pulau yang berbatasan dengan negara tetangga.

“Kita bangun dari pinggiran sehingga ketahanan pangan kita menjadi ketahanan negara,” tegasnya.

Tentu saja, lanjut Amran mengatakan Kepri adalah pintu gerbang menghadapi negara Singapura, Malaysia.

“Pasar Indonesia, khususnya Kepri bisa naik karena pangan organik. Bangun toko hasil pangan organik, bangun agen pupuk organik dan hasilkan dari varietas unggul,” jelas pria kelahiran Bone ini.

Selain itu, Menteri Pertanian ke-27 ini juga menyinggung ketersediaan daging sapi di Kepri. Saat ini, populasi sapi ada 18.217 ekor dan indukan betina ada 8.000 ekor sapi.

“Paling tidak 5.000 indukan sapi ini harus bunting semua. Saya minta Dinas Peternakan Provinsi Kepri fokus mengenai hal ini,” harapnya.

Selanjutnya, ia juga mengatakan tidak perlu khawatir mengenai banyaknya pelabuhan tikus di Batam.

“Jangan ditutup. Setelah ketahanan pangan Kepri lebih baik, Kepri yang akan mengirim pangan ke luar negeri,” ujarnya.

Padi, sayur dan buah organik akan menjadi kekuatan Kepri untuk merebut pasar tetangga.

“Saya yakin 100 persen. Kepri saja yang menyelesaikan, tidak usah negara turun tangan,” pungkasnya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyambut baik dan mendukung penuh program Bupati Lingga dan Menteri Pertanian. Lewat teknologi dan inovasi, Nurdin berharap Kepri bisa menyerang pasar Singapura.

“Sebagai sahabat, saya akan mendukung penuh dengan kemampuan yang dimiliki,” tutupnya. (cr18)

Respon Anda?

komentar