Catatan BI, Cadangan Devisa Kita Meningkat

498
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Per akhir Agustus, cadangan devisa (cadev) terakumulasi sebesar USD 113,5 miliar.  Angka itu lebih tinggi dibanding posisi di penghujung Juli 2016 sejumlah USD 111,4 miliar. Demikian catatan Bank Indonesia (BI).

Lonjakan cadev berasal dari penerimaan pajak dan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan hasil lelang surat berharga Bank Indonesia (SBBI) valuta asing (Valas).

Penerimaan devisa itu melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo.

”Data ini menunjukkan struktur penerimaan devisa mengalami perkembangan signifikan. Terus mengalami penguatan di tengah upaya pemerintah menggenjot penerimaan negara melalui program pengampunan pajak (tax amnesty),” tutur Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta sebagaimana dikutip Indopos, Kamis (8/9).

Tirta melanjutkan, dengan  posisi itu  cadev  cukup untuk membiayai 8,7 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

”Posisi keuangan semakin kuat. Ini memberi keyakinan kepada pemerintah,” imbuhnya.

Di samping itu lanjut Tirta, BI menilai cadev tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Menjadi modal berharga dan dasar serta pijakan kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi. (far/nas/JPG)

Respon Anda?

komentar