Gudang Bahan Bangunan di Tanjungpinang Terbakar

333
Pesona Indonesia
Petugas memasang garis polisi di lokasi kebakaran gudang bahan material bangunan di jalan Di Panjaitan Tanjungpinang, Rabu (7/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Petugas memasang garis polisi di lokasi kebakaran gudang bahan material bangunan di jalan Di Panjaitan Tanjungpinang, Rabu (7/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Gudang penyimpanan bahan material bangunan milik Jhoni, 40, yang berada di belakang Warnet dan Biliar Hembas, di Jalan Di Panjaitan, RT 05 RW 08, terbakar, pada Rabu (7/9), sekitar pukul 03.40 WIB. Tak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.

Informasi yang dihimpun, terbakarnya gudang yang menyimpan bahan material seperti asbes, pipa dan daun pintu dan lainnya tersebut diduga karena korsleting dari arus listrik. Kebakaran tersebut pun pertama kali diketahui salah seorang warga Nurul, yang tinggal bersebelahan dengan gudang dan kemudian melaporkan kepada Pemadam Kebakaran Pemko Tanjungpinang.

Kepada sejumlah wartawan, Nurul mengatakan, sebelum peristiwa kebakaran di gudang tersebut terjadi, ia mendengar semacam ledakan kecil yang berulang-ulang kali dari dalam gudang tersebut. Karena penasaran dengan bunyi ledakan tersebut ia pun keluar rumah dan melihat ternyata gudang yang berada di belakang warnet tersebut terbakar.

“Karena curiga itu saya keluar, ledakannya seperti anak-anak bermain petasan. Waktu saya keluar apinya sudah membesar. Saya pun langsung menelpon pemadam kebakaran,” ujar Nurul.

Terkait kebakaran tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Agustiawarman mengatakan, pihaknya menerjunkan semua kekuatan armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Pihaknya pun mendapat laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 05.00 WIB.

“Dugaan sementara penyebab hingga kebakaran tersebut terjadi karena korsleting arus listrik dari dalam gudang itu,”ujar Agustiawarman.

Dikatakan Agustiawarman, api bisa dipadamkan setelah dua jam kejadian. Namun, sampai pukul 10.00 WIB, asap yang berada di gudang tersebut masih mengepul. Karena bahan yang terbakar kebanyakan terbuat dari plastik yang mudah dilahap api.

“Meski api sudah padam kami tetap bertahan di sana untuk mengawasi karena takutnya api kembali membesar sebab yang terbakar kebanyakan bahan plastik. Dari kejadian ini tidak ada memakan korban jiwa,” katanya.

Dijelaskan Agustiawarman, pihaknya belum mengetahui berapa kerugian atas peristiwa tersebut. Pihaknya belum mendapat penjelasan dari pemilik gudang.

“Selain itu untuk penyebab pastinya, kami juga menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian,” ucapnya.

Sementara itu, Jhoni yang disebut sebut sebagai pemilik gudang yang terbakar tersebut, saat ditemui mengaku belum mengetahui berapa kerugian atas terbakarnya gudang miliknya tersebut. Pasalnya sejumlah dokumen terkait barang yang berada didalam gudang tersebut juga ikut terbakar.

“Gudang ini sudah berdiri kurang lebih 20 tahun. Saya juga belum tahu berapa kerugian atas peristiwa ini,” ujarnya singkat.

Pantauan dilapangan, lima unit mobil pemadam kebakaran Pemko Tanjungpinang diterjunkan ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api. Selain itu, pihak Kepolisian Polres Tanjungpinang juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar