Gudang Material yang Terbakar di Tanjungpinang Ternyata Tak Berizin

361
Pesona Indonesia
Petugas memasang garis polisi di lokasi kebakaran gudang bahan material bangunan di jalan Di Panjaitan Tanjungpinang, Rabu (7/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Petugas memasang garis polisi di lokasi kebakaran gudang bahan material bangunan di jalan Di Panjaitan Tanjungpinang, Rabu (7/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Gudang bahan material, milik Jhoni (40), yang berada di Jalan Di Panjaitan kilometer Tujuh, Kelurahan Melayu Kota Piring (MKP), tepat dibelakang Warnet dan Biliar Hembas, tidak memiliki izin dari Pemerintah Kota Tanjungpinang. Terbongkarnya hal tersebut setelah gudang tersebut terbakar pada, Rabu (7/9). Sekitar pukul 03.40 WIB kemarin.

Ditemui disela-sela pemadaman pasca kebakaran gudang tersebut, Lurah MKP, Ferri Ismana mengaku terkejut dengan adanya gudang penyimpanan bahan material di belakang Warnet Hembas tersebut. Pasalnya dirinya tidak pernah mendapat laporan tentang adanya aktifitas disitu.

“Kalau gak ada kejadian ini saya pun tidak tahu ada gudang ini. Serah saya gudang ini tak berizin dan pernah melaporkan aktivitasnya ke RT maupun ke Kelurahan,”ujar Ferri.

Dikatakan Ferri, berdasarkan informasi yang didapatnya, gudang milik pengusaha bernama Jhoni, yang juga pemilik Warnet dan Biliar Hembas tersebut sudah berdiri selama 20 tahun. Sejak toko bangunan itu tutup dan diganti menjadi warnet, pihaknya tidak mendapat laporan keberadaan gudang tersebut.

“Pemilik gudang hanya melaporkan aktivitas usaha warnet saja kepada pihak Kelurahan dan perangkat RT RW. Keberadaan gudang tersebut juga pernah ditanyakan oleh RT dan RW namun tak di gubris pemiliknya,”kata Ferri.

Untuk itu, lanjut Fery, pihaknya akan membuat surat teguran kepada pemilik gudang tersebut dan meminta untuk segera mengurus izin dan melaporkan terkait aktivitas yang ada di gudang tersebut. “Kami akan panggil dan tegur pemilik gudang itu,”ucap Ferri.

Pantauan dilapangan, jika dilihat dari luar aktifitas didalam gudang tersebut memang tidak bisa terpantau. Karena untuk menuju akses gudang tersebut terdapat pintu pagar besi yang cukup tinggi di tengah-tengah antara bangunan warnet dan Biliar Hembas.

Masih pantauan dilapangan, di dalam gudang tersebut juga terdapat bahan-bahan bangunan seperti besi beton namun, tidak mengantongi label SNI yang memang di wajib kan pemerintah untuk dijual.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar