Pemkab Lingga Hibahkan Pompong Untuk Aktivis Berantas Buta Aksara

257
Pesona Indonesia
Anak-anak Suku Laut Selat Kongky yang sedang belajar, sebelum tempatnya roboh dihantam angin kencang. foto: hasbi /batampos
Anak-anak Suku Laut Selat Kongky yang sedang belajar, sebelum tempatnya roboh dihantam angin kencang. foto: hasbi /batampos

batampos.co.id – Haru bercampur bahagia yang dirasakan aktivis Jembatan Ilmu Berantas Buta Aksara Suku Laut, Densy Diaz saat menerima bantuan pompong oleh Pemerintah Kabupaten Lingga. Sejak setahun terakhir ia aktif mendedikasikan waktu dan ilmunya untuk berbagi bersama masyarakat Suku Laut di Desa Penaah. Kini Diaz dapat lebih mudah menyisir lautan untuk memperjuangkan hak pendidikan bagi anak-anak Suku Laut yang lama tak tersentuh.

Penyerahan secara simbolis oleh Wakil Bupati Lingga, M Nizar di Kampung Bugis, Daik, tersebut adalah janji Bupti Lingga Alias Wello saat peresmian gerakan peduli pendidikan awal bulan Mei 2016 lalu di Kecamatan Senayang. Selain menerima bantuan pompong untuk mobilitas tim aktivis, pemerintah Kabupaten Lingga melalui dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) juga memberikan life jacket untuk para aktivis, anak-anak Suku Laut serta warga yang juga diserahkan Nizar.

“Kami berterimakasih sekali kepada bapak Bupati dan Wabup sangat peduli dengan pendidikan. Transportasi ini sangat berati bagi kami untuk bisa lebih mudah mendatangi pulau-pulau tanpa harus menyewa pompong warga lagi,” ungkap Diaz, (6/9) kemarin.

Selama ini, terang Diaz, untuk mobilitas para tim aktivis cukup sulit karena warga Suku Laut tinggal terpisah di pulau-pulau kecil. Seperti Selat Kongky, Pulau Hantu, Kojong, Pulau Buluh dan Mensemut.

Dikatakan Diaz, dengan adanya transportasi ini pekerjaan-pekerjaan rumah yang telah menanti seperti anak-anak Suku Laut Pulau Mensemut yang menanti diajarkan baca dan tulis akan segera terealisasi.

“Adek-adek di Mensemut sudah lama menunggu untuk diajarkan baca dan tulis. Segera kita akan turun ke sana,” kata Diaz.

Keseriusan pemerintah ini, kata Diaz menjadi motavasinya untuk dapat terus berjuang mendedikasikan ilmu bagi warga Suku Laut di Kabupaten Lingga. Kedepan jika memungkinkan kata Diaz, tidak hanya di Desa Pena’ah, namun seluruh wilayah Kabupaten Lingga khususnya Suku Laut akan menjadi sasaran para tim aktivis buta aksara.

“Cuma ini yang dapat kami berikan untuk kabupaten Lingga,” tutup Diaz. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar