Pengoperasian MV Lintas Kepri Terganjal Peraturan

755
Pesona Indonesia
Kapal Lintas Kepri. foto:wijaya satria/batampos
Kapal Lintas Kepri. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Harapan Pemerintah Kabupaten Lingga yang menginginkan Mv. Lintas Kepri segera melayari tanah Lingga masih terganjal pada peraturan. Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menugaskan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi untuk meminta petunjuk dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kita sudah laporkan kepada Pak Gubernur. Pada prinsipnya, dia setuju dengan rencana ini. Tetapi tetap tidak berbenturan dengan peraturan yang ada,” ujar Muramis menjawab pertanyaan koran Batam Pos, Selasa (6/9) lalu usai rapat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang.

Masih kata Muramis, pihaknya sudah mengirim surat resmi kepada BPKP sesuai dengan keinginan Pak Gubernur. Tujuannya adalah pelaksanaan operasional kapal cepat itu nanti tidak berbenturan dengan hukum. Menurut Muramis, saat ini memang satu peluang yang tepat. Apalagi mengisi rute yang cukup menggembirakan.

“Karena kalau sistem subsidi, tetap akan membebankan pemerintah daerah. Rute yang akan diisi sekarang ini, merupakan rute yang menjanjikan. Sehingga tidak perlu subsidi,” papar Muramis.

Mantan Kadishub Kota Batam itu juga mengatakan, Dinas Perhubungan Provinsi Kepri juga sudah melakukan kajian bisnis terkait rencana operasional. Diungkapkannya, apabila operasional menggunakan sistem subsidi akan menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepri setiap tahun anggaran sekitar Rp 6-8 miliar.

“Apabila Mv. Lintas Kepri dipaksakan untuk melayari rute-rute kurus. Rencana ini, memang ditentang oleh Bapak Gubernur. Karena jangan sampai operasional kapal ini membebankan daerah,” jelas Muramis.

Penyebab lain yang mendesak, bagi percepatan operasional Mv. Lintas Kepri adalah karena sudah hampir setengah tahun lebih kapal tersebut selesai dibangun. Apa yang dikhawatirkan pihaknya adalah, kapal berkarat. Walaupun saat ini, masih menjalani perawatan di ditangan kontraktor di Batam.

“Tujuan dari pembangunan yang dilakukan adalah untuk peningkatakan kesejahteraan rakyat. Maka daripada itu, manfaatnya juga harus segera dinikmati oleh rakyat,” tutup Muramis.

Seperti diketahui, rute pelayaran Mv. Lintas Kepri yang dirancang Dinas Perhubungan Provinsi Kepri dalam sepekan beroperasi selama enam hari. Yakni empat hari melayani pelayaran ke Kabupaten Lingga. Sedangkan dua hari berlayar ke Tanjungbatu, Kundur dan sekitarnnya. Kapal berbahan aluminium tersebut merupakan kapal cepat dengan kelas VIP.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar