Perawat Puskesmas Ranai Ternyata Sudah 7 Tahun Kecanduan Narkoba

1103
Pesona Indonesia
SN, terdakwa kepemilikan satu paket sabu saat menjalani sidang di PN Ranai. foto:aulia rahman/batampos
SN, terdakwa kepemilikan satu paket sabu saat menjalani sidang di PN Ranai. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – SN,32 oknum perawat di Puskesmas Ranai, ternyata sudah 7 tahun kecanduan narkoba. Pengakuan ini terungkap dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Ranai, Selasa (6/9) kemarin.

Sidang ketiga kasus narkoba yang diungkap Polres Natuna, 18 April lalu, diketuai oleh Agus Aryanto serta anggota Kusman dan Nanang Dwi Kritanto, masih meminta kesaksian terdakwa SN atas kepemilikan satu paket sabu.

SN ditangkap Satuan Narkoba Polres Natuna bersama dua rekan wanita lainnya. Namun SN sendiri diamankan karena terbukti memiliki satu paket sabu-sabu dan terbukti positif pengguna sabu-sabu.

“Saat itu kami belum sempat berpesta, langsung digrebek polisi,” tutur SN kepada hakim.

SN mengaku, kecanduan menggunakan narkoba jenis sabu sudah sejak tahun 2009 lalu. Ia membelinya dari uang gajinya sebagai perawat di ruang bersalin Puskesmas Ranai. Meski harga barang haram ini cukup mahal.

“Beberapa kali beli harganya Rp 2 juta sepaket, kalau duit kurang minta ke orangtua,” kata SN pasrah saat dicecar pertanyaan oleh hakim.

Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Natuna, Jenda Riahta mengatakan, SN dicurigai sebagai pengedar, selain bukti bong alat hisap sabu, terdapat hasil percakapan yang diduga untuk bertransaksi serta uang tunai sebesar Rp 1 juta lebih didompet SN.

Namun dugaan sebagai pengedar dibantah SN, percakapan melalui layanan pesan singkat dengan pria bernama Imam, yang membawakan barang ke SN.

“Itu memang uang saya, SMS di HP saya tidak ada hubungannya dengan pengedar. Saya hanya bertransaksi untuk membeli,” jelas SN.

Hakim majelis yang mendengarkan kesaksian terdakwa mengingatkan, SN sebagai tenaga medis memahami bahaya penyalahgunaan narkoba. Ia pun dijerat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, jika terbukti sebagai pengedar, diancam pidana selama 20 tahun kurungan.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar