Pukul Kepala Muridnya, Kepala Sekolah di Tambelan Dilaporkan ke Polisi

490
Pesona Indonesia
Ilustrasi Pemukulan
Ilustrasi Pemukulan

batampos.co.id – Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 001 Kecamatan Tambelan, Tajuddin, dilaporkan oleh Amat, 32, atas dugaan penganiayaan berat yang dilakukan kepada anaknya Zulkarnain, 9, ke Mapolsek Tambelan, Sabtu (3/9). Amat melaporkan Tajudin ke polisi karena tidak terima anaknya yang duduk di kelas 4 SD itu dipukul bagian belakang kepalanya dengan raket badminton.

“Kasus ini masih diselidiki guna mencari tahu penyebab pasti sakitnya kepala korban,” ujar Kapolsek Tambelan, Iptu Sopan ketika dikonfirmasi, Selasa (6/9).

Awalnya laporan terkait kasus pemukulan yang menimpa Zulkarnain disampaikan oleh Amat kepada polisi secara lisan. Bahkan Amat sempat berniat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Namun dikarenakan anaknya terus mengalami sakit dibagian kepala selama berhari-hari, laporan secara resmipun dilayangkan oleh pelapor ke pihak polisi, Selasa (6/9) pagi atau setelah tiga hari pasca kejadian.

Hingga saat ini, kata dia, polisi belum bisa bertindak untuk mengamankan Tajudin ke mapolsek. Sebab bersangkutan tidak berada di wilayah hukumnya melainkan sedang menghadiri Rakernis di Tanjungpinang.

“Jika pelapor ingin berdamai kita minta laporannya dicabut saja. Tapi kalau masih ingin dilanjutkan kita tunggu Tajudin kembali ke Tambelan,” katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Administrasi Umum Sekolah (PAUS) Kecamatan Tambelan, Baharudin membenarkan adanya kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Tajudin kepada muridnya. Hal dilakukan dilakukan Tajudin karena kesal melihat korban enggan mengikuti latihan upacara bendera dengan alasan sakit kepala.

“Melihat korban duduk Tajudin langsung memarahinya. Lantas memukul bagian kepala korban dengan menggunakan raket badminton. Akibatnya, korban menderita sakit di bagian kepala hingga mengalami muntah-muntah,” bebernya.

Sementara Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Heri Sahrial menyesalkan atas tindakan kekerasan yang dilakukan seorang oknum tenaga pendidik kepada muridnya di salah satu SD Kecamatan Tambelan. Bahkan ia berjanji akan mendampingi korban serta mengawal kasus ini hingga dilakukannya penyelidikan dari pihak kepolisian.

“Kita siap mendampingi korban dan mendukung pelaporanya. Diminta pihak kepolisian cepat menindak kasus ini agar kejadian seperti ini tak terulang lagi,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar