Serambi Cafe, Menikmati Sore Di Bawah Ratusan Payung

1109
Pesona Indonesia
Openning Serambi Cafe yang dihadiri undangan di Halaman Hotel Nagoya Plasa, Lubukbaja, Senin (2/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Opening Serambi Cafe yang dihadiri undangan di Halaman Hotel Nagoya Plasa, Lubukbaja, Senin (2/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Padatnya aktifitas di Nagoya Kota Batam, menjadikan kawasan tersebut tidak lepas dari hiruk-pikuk Kota. Bak istilah, belum ke Batam jika belum singgah ke Nagoya.

Disela kepadatan aktifitas itulah, keberadaan tempat bersantai untuk berkumpul dengan kerabat maupun keluarga yang disebut tempat hangout, sangat dibutuhkan. Seperti tempat hangout yang satu ini, bernama Serambi Cafe.

Memanfaatkan ruang teras yang ada, pihak Hotel Nagoya Plasa tercetus ide untuk membuat tempat hangout nan sederhana.

“Karena di teras depan Hotel, maka jadilah namanya Serambi Cafe,” kata food beverage manager Hotel Nagoya Plasa, Sumardi.

Teras itu disulap menjadi pemandangan suasana yang cukup unik. Bagian atas, digantung payung-payung yang terbuka dengan warna-warna cerah.

Paparan pencahayaan lampu juga menambah suasana terlihat lebih berwarna.

Sementara, bangku dan meja berbahan dasar kayu tersusun rapi sebagai tempat pengunjung untuk menikmati suasana dan menu yang ada.

Pada bagian bibir teras, disanalah berjejer beberapa gerobak makanan untuk Serambi Cafe ini.

“Makanannya citarasa nusantara. Ada sate Padang, sate Madura, mie lendir, gado-gado, soto Padang, ayam penyet, dan lainnya,” sebut Sumardi.

Sedangkan minuman, tidak jauh berbeda dengan yang umum ada dalam sebuah cafe. Seperti jus, teh, kopi, dan air mineral.

“Memang, yang menjadi andalan kami adalah suasananya. Makanan dan minuman masih yang umum saja, dan harganya juga menyetarakan,” ujarnya.

Walaupun tepat disebelah Serambi Cafe merupakan area food street, namun hal itu tidak menciutkan nyali pihak Hotel Nagoya Plasa untuk meluncurkan cafe yang resmi dibuka (2/8) lalu. Suasana nyaman, santai dan bersih, kental terasa saat Anda berkunjung ke Serambi Cafe ini.

Ditambah lagu, musik yang diputar melalui komputer sebagai hiburan untuk pengunjung, bisa disesuaikan dengan permintaan alias request.

“Mau lagu daerah ada, lagu nostalgia atau tembang lama, maupun lagu terbaru, bisa didengarkan disini,” beber Sumardi yang akrab disapa Pak Le’.

Tidak sampai disitu. Di hari-hari tertentu seperti malam Minggu dan malam Senin, Serambi Cafe ini menyediakan program yang menarik. Kalau malam Minggu, ada live music dimana pengunjung bisa langsung nyanyi. Malam Senin-nya, ada pemutaran film layar tancap ber-gendre humor.

“Jika ada acara TV yang menarik seperti live Moto GP atau pertandingan sepak bola, kami juga buka layar tancap biar bisa nonton bareng di Serambi Cafe,” terangnya.

Jam operasional Serambi Cafe dimulai dari pukul 16.30 WIB sampai 24.00 WIB, dengan last order pukul 23.00 WIB. Dibuka setiap hari. Namun ada diwaktu tertentu, Serambi Cafe ini juga dibuka pagi hari. Misalnya saat car free day.

Sumardi mengaku, cafe yang baru seumur jagung ini masih perlu pengembangan yang lebih baik kedepannya. Direncanakan, tata ruang Serambi Cafe akan kembali digarap lebih apik agar dalam suasana panas maupun hujan, pengunjung masih tetap nyaman dan aman berada di Serambi Cafe.

Apalagi, pihak pengelola juga berencana menggandeng para komunitas muda Batam agar bisa menyuguhkan penampilannya untuk menambah hiburan bagi pengunjung.

“Kedepannya bakal di perbaharui lagi. Yang penting tidak meningglkan kesan seni yang sudah ada sejak awal Serambi Cafe berdiri,” ungkapnya.(febby)

Respon Anda?

komentar