Tiga Hari, Lebih dari 1.000 TKI Bermasalah Dipulangkan

298
Pesona Indonesia
Rombongan TKIB perempuan yang ikut dalam deportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Rabu (7/9). Foto:Fatih Muftih / Batam Pos.
Rombongan TKIB perempuan yang ikut dalam deportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Rabu (7/9). Foto:Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Malaysia memulangkan lebih dari 1.000 Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) selama 6-8 September ini. Bukan sesuatu yang biasa memulangkan pekerja yang kedapatan tidak tertib administrasi ini dengan sistem tiga hari berturut-turut. Hal ini diakui petugas pendamping pemulangan warga negara, migran dan korban perdagangan orang dari Kementerian Sosial, Aryudha Yalasandi.

Kepada koran Batam Pos, Yudha menjelaskan, ada sebab dibalik sistem deporatasi kali ini. “Karena bulan Agustus kemarin kan Indonesia dan Malaysia merayakan hari kemerdekaan. Jadi pemulangannya sempat ditunda dan baru sempat hari ini,” ungkapnya, Rabu (7/9).

Akhirnya keputusan untuk menunda tersebut membuat daya tampung pemondokan TKIB di Pasir Gudang, Malaysia, mengalami kelebihan kapasitas. Sehingga mau tidak mau lebih dari 1.000 TKIB itu mesti segera dideportasi, sekali pun itu harus dilangsungkan selama tiga hari berturut-turut.

Yudha menjelaskan, Selasa (6/9) kemarin, sudah dipulangkan sebanyak 302 TKIB. Kemudian Rabu (7/9) kemarin giliran 360 orang menyusul. “Sedangkan buat Kamis (8/9) nanti, laporannya lebih dari 300 orang lagi masuk ke Tanjungpinang,” terang Yudha.

Apakah penundaan kepulangan yang menyebabkan penumpukan jumlah TKIB ini membuat kapasitas rumah tampung di Tanjungpinang ikut melebihi kapasitas? Untungnya, kata Yudha, Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) dan Penampungan TKI yang ada di Senggarang punya kapasitas tampung lebih dari 1.000 orang. Sehingga perihal daya tampung bukan lagi permasalahan. “Hanya saja tandanya kami harus bekerja ekstra. Mengatur ruangan, penjagaan, dan banyak hal lain,” ujarnya.

Bila tidak ada halangan, rencananya lebih dari 1.000 TKIB yang tiba di Tanjungpinang selama tiga hari terakhir ini bakal dipulangkan Jumat (9/9) mendatang. Direncanakan keberangkatan kepulangan ke daerah asal masing-masing itu menggunakan KM. Umsini dari Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang. “Untuk yang asal Aceh, Riau, dan wilayah Sumatera lain, dipulangkan lewat Belawan. Kalau yang dari Jawa dan daerah timur langsung ke Jakarta,” terang Yudha.

Pantauan Batam Pos pada proses pemulangan 360 TKIB di Pelabuhan Sri Bintan Pura kemarin juga turut melibatkan sejumlah anak-anak yang rata-rata balita. Dari data resmi dari pihak Kemensos RI, rombongan kepulangan pada hari kedua ini terdiri dari 264 laki-laki, 86 perempuan, dan 10 anak-anak.

Selain itu, juga ada beberapa di antara anggota rombongan yang sedang sakit. Bahkan ada seorang laki-laki yang mesti menggunakan kursi roda. TKIB atas nama Imam Rohman ini bahkan nyaris tidak bisa diajak berbicara lantaran juga sudah berusia lanjut. “Usianya 88 tahun. Informasinya dari Jawa Timur. Kemarin sempat menjalani perawatan akibat kecelakaan kerja yang dialaminya di sana,” terang Yudha.

Sementara penuturan dari seorang TKIB lain yang ikut membantu mendorong kursi roda, diperoleh cerita bahwasanya Imam Rohman ini nyaris tidak berbicara selama berada di penampungan. Bahkan ia sampai tidak bisa menjelaskan keberadaan keluarganya, baik yang ada di Malaysia maupun di Jawa Timur. Tim petugas pemulangan hingga kini masih menelusuri keberadaan keluraga Imam Rohman di kampung halamannya.

“Ya saya hanya bantu merawatnya selama di penampungan,” kata TKIB lain yang mendorong kursi roda dan membantu memapah Imam ke mobil yang membawa rombongan menuju penampungan sementara. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar