Anambas Masuk Proyek Palapa Ring

623
Pesona Indonesia
Proyek Palapa Ring.
Proyek Palapa Ring.

batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan proyek Palapa Ring Barat yang akan dilaksanakan pada tahun 2017 mendatang. Palapa ring ini berupa jaringan tulang punggung serat optik dari pemerintah pusat yang berupa infrastruktur dasar sarana telekomunikasi dengan kapasitas kuranglebih 80 giga bandwidth.

Untuk di Kepri ini jaringan serat optik itu akan melintasi Batam, Lingga, Karimun, Anambas dan Natuna. Pemasangan kabel optik melalui bawah laut.

Direktur PT Palapa Ring, Sarif Lumintardjo, menjelaskan tujuan dari pemasangan jaringan tersebut yakni untuk mempersempit jurang bandwidth di Indonesia sehingga dapat mempercepat komunikasi.

“Dalam ilmu ketahanan, siapa yang mendapatkan informasi lebih cepat, maka dia yang menang,” ungkapnya saat pemaparan palapa ring di aula kantor bupati, Kamis (8/9).

Kelebihan jaringan ini dibandingkan dengan satelit yakni disisi biaya jelas lebih murah dengan kualitas kurang lebih sama. “Kita akui kalau menggunakan satelit, asal langit masih tampak, maka bisa terkoneksi, tapi biayanya mahal dan kapasitasnya kecil,” ungkapnya.

Untuk pemasangan pusat titik kabel sesuai rencana akan didirikan di Tanjung Momong Tarempa. Kemudian kabel akan dibentang dibawah laut melalui belakang kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas. “Kabel ada dua, yang satu kabel dari Batam ke Anambas, satu kabel lagi dari Anambas menuju Natuna,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, hal ini merupakan salahsatu proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional. Hal ini pun coba direalisasikan dengan pembangunan jaringan tulang punggung serat optik bawah laut yang menghubungkan lima kabupaten/kota yakni Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Lingga dan Kabupaten Meranti, Provinsi Riau. “Tujuannya pembangunan ini mempersempit jurang bandwidth di Indonesia, termasuk pemerataan broadband,” ungkapnya.

Syarif menambahkan, kapasitas 80 giga bandwidth sebagai tahap dengan dua tahun lama pembangunan secara keseluruhan ini, nantinya akan dipasang dengan menghubungkan line antara Batam dan Singkawang. Tanjung Momong Desa, Tarempa Timur Kecamatan Siantan pun dipilih menjadi tempat mendaratnya kabel laut menuju Beach Mainhole (ruang yang ditanam di wilayah pantai sebagai tempat penyambungan antara kabel optik laut dan kabel optik darat) di darat.

Hal ini menurutnya telah melalui serangkaian kajian, salahsatunya jauh dari pelabuhan, arus air laut, lokasi yang terkena abrasi, serta terhindar dari area yang berpotensi dari rencana reklamasi. “Delapan puluh giga ini merupakan desain awal yang nantinya melihat kepada perkembangan. Mengenai konten tetap harus bekerjasama dengan operator,” ungkapnya.

Kabel yang sudah terpasang tersebut memiliki ketahanan kurang lebih 25 tahun lamanya. Jika lebih dari itu maka kabel tersebut akan rusak.

Menanggapi hal ini Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, berharap akses telekomunikasi dapat dinikmati di Anambas terutama di tiga pulau besar yang ada di Anambas yakni pulau Matak, Siantan dan Pulau Jemaja.

“Harapan kita seperti itu. Selain Pulau Siantan, terdapat dua pulau besar lainnya yakni Pulau Palmtak dan Pulau Jemaja. Dalam pelaksanaannya nanti, apakah ada keterkaitan terkait pekerja asing atau peralatan yang berkenaan dengan instansi vertikal untuk bisa dikoordinasikan,” ujarnya Kamis (8/9). (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar