Dragon Boat Race Angkat Citra Kejayaan Sungai Carang

745
Parade perahu akan memeriahkan Festival Bahari Kepri pada Oktober mendatang. foto:yusnadi/batampos
Parade perahu akan memeriahkan Festival Bahari Kepri pada Oktober mendatang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id -Mimpi besar Pariwisata Tanjungpinang adalah menjadi Sungai Carang sebagai destinasi wisata bahari yang menarik untuk dikunjungi.

Lewat Dragon Boat Race (DBR) yang akan digelar di Sungai Carang pada 21-23 Oktober mendatang, menjadi laluan untuk mengangkat kebesaran dan kejayaan Sungai Carang di masa lalu. Hanya saja mimpi tersebut masih terganjal pada penataan disepanjang kawasan tersebut.

“Mimpi besar kita adalah menjadikan Sungai Carang sebagai destinasi wisata bahari dan religi. Karena dahulunya Sungai Carang adalah urat nadi perekonomian dizaman kerajaan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (8/9/2016) di Tanjungpinang.

Masukan untuk penataan kawasan tersebut dari Mantan Calon Wakil Gubernur, Ansar Ahmad. Menurutnya masukan-masukan yang sifatnya membangun itu, menjadi modal berharga dalam menyusun rencana kerja untuk pembangunan pariwisata kedepan. Diakuinya, persoalan pembebasan lahan memang masih menjadi kendala. Meskipun demikian, pihaknya tetap optimis mimpi-mimpi tersebu bisa terwujud.

“Saat ini hanya persoalan waktu dan kemampuang keuangan kita. Karena saat ini, keuangan daerah masih terus didera oleh defisit anggaran. Sehingga belum bisa berbuat banyak,” ungkapnya.

Disebutkannya, rencana tersebut sudah masuk dalam daftar kerja Pemko Tanjungpinang. Pada penataan nanti, dikawasan Sungai Carang akan dibangun tribun pusat kuliner. Sehingga menjadi destinasi wisata bahari yang menarik. Seperti DBR yang akan digelar pada 21-23 Oktober mendatang.

“Komplek Kota Rebah  di kawasan Sungai Carang juga sudah kita tata. Mudah-mudahan melalui even ini, bisa mengangkat kebesaran Sungai Carang di dunia wisata internasional. Sama halnya seperti Malaka, Malaysia. Kalau kita bandingkan, Sungai Carang masih lebih diuntungkan. Karena masih alami,” paparnya.

Disebutkannya juga, DBR akan menjadi even pembuka Festival Bahari Kepri (FBK) dalam rangkaian Sail Karimata 2016. Dikatakannya juga, DBR merupakan Annual Iven yang digagas oleh Pemko Tanjungpinang melalui Dispar Kota Tanjungpinang. Karena menjadi rangkaian FBK tentu akan dikemas sedikit berbeda.

Dijelaskannya, kenapa Sungai Carang menjadi tempat yang ideal, karena sudah memenuhi ketentuan nasional dan internasional dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI). Masih kata Juramadi, apabila tidak ada halangan rapat lanjutan persiapan tersebut akan digelar pekan depan. Selain dalam negeri, ada beberapa peserta dari Brunei Darussalam dan Malaysia yang akan ambil bagian pada kegiatan itu nanti.

“Dari dalam negeri ada juara bertahan Jambi, Kutai Kartanegara, AL Jakarta, Kuansing, Pekanbaru.  Tentu saja dari Kepri sebagai tuan rumah. Untuk menyemarakan ini juga akan ada lomba kayak single dan double. Hadiahnya secara keseluruhan kita tingkat menjadi Rp170 juta,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk menyemarakan kegiatan DBR juga akan diwarnai dengan  berbagai kesenian tradisional. Seperti reog, joget dan barongsai. Diceritakannya juga, Iven ini diangkat dari sebuah tradisi masyarakat. Yakni “Sembahyang Keselamatan Laut”.

“Karena sudah berskala internasional, dari waktu kewaktu kita terus berbenah. Sehingga menjadi iven yang ditunggu-tunggu kedepannya,” tutup Juramadi.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti yang juga merupakan Ketua Harian Festival Bahari Kepri (FBK) tersebut mengatakan, Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri memang perlu kerja kerasa dalam melakukan pembenahan dan penataan daerah. Keberadaan Sungai Carang bisa menjadi semangat baru bagi bangkitnya dunia pariwisata di Tanjungpinang.

“Tidak cukup jika hanya kita bergantung pada kewibawaan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata religi. Tetapi harus ada kombinasi wisata yang kita sajikan. Annual even DBR memang sudah layak digelar di Sungai Carang. Kerja keras bersama nanti adalah menata pesona disepanjang Sungai Carang,” ujar Guntur.

Menurut Guntur, kenapa even DBR masuk dalam rangkaian FBK. Karena sangat pristise untuk menarik minat wisman datang ke Tanjungpinang. Apalagi merupakan salah satu pintu masuk internasional. Ia berharap, momentum ini bisa dimanfaatkan Pemko Tanjungpinang dalam melakukan promosi keluar. Sehingga banyak diikuti perserta-peserta dari luar negeri.

“Mimpi kita adalah menjadikan Kepri sebagai Pintu Gerbang Wisata Bahari Indonesia. Ini adalah momentum yang tepat untuk mewujudkan mimpi tersebut,” jelas Guntur.

Seperti diketahui, membangkitkan kegemilangan Sungai Carang adalah mimpi Budayawan Melayu yang juga Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi. Ia punya tekad besar untuk menjadikan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, seperti Melaka yang dirancang tampil elegan, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Sehingga lahirlah Festival Sungai Carang (FSC).

Menurutnya, kenangan akan peran Sungai Carang ini hanya akan terus hidup, jika setiap tahun, pada saat perayaan hari jadi Tanjungpinang ada kegiatan yang dapat membuat Sungai Carang menjadi pusat kegiatan agar ingatan itu terpelihara. Dan kegiatan ini harus jadi  ikonnya hari jadi Tanjungpinang. Sehingga niat untuk memelihara warisan sejarah, serta mengelola Sungai Carang sebagai aset  sejarah dan wisata tetap tertancap. (jpg)

Respon Anda?

komentar